Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

stasiun Madiun

Sejarah Stasiun Madiun : Stasiun yang Berdiri Sejak 1897

Kota Madiun adalah salah satu kota yang berada di Jawa Timur. Kota ini merupakan kota sejarah dari kerajaan Mataram sehingga banyak situs bersejarah disana. 19 dari bangunan bersejarah akan diajukan sebagai cagar budaya, salah satu bangunan bersejarah itu yakni kompleks stasiun Madiun.

Keberadaan stasiun yang berada di Jalan Kompol Sunaryo ini tentunya bukan hanya sekedar dari moda transportasi di kota yang terkenal akan pecelnya. Namun, stasiun ini juga menjadi saksi bisu dari sejarah kota Madiun.

“Sejarah stasiun di kota Madiun ini tak terlepas dari sejarah moda transportasi kereta api di Indonesia. Stasiun ini sudah dibangun sejak jaman kolonial Belanda,” ujar Sumiati Kasi Pembinaan Sejarah, Nilai-nilai Tradisional dan Cagar Budaya Disbuparpora Kota Madiun.

Sejarah dari Stasiun Madiun

  1. Perkembangan perkebunan dan pabrik pengelola hasil kebun membawa pada kebutuhan sarana pengangkutan, kereta api di pilih sebagai sarana pengangkut yang efisien. Jaringan rel kereta apa di kota Madiun ini dibangun oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) dan kereta api ini mulai dioperasikan sejak tahun 1882.
  2. Pembangunan jalur rel kereta lantas diperluas, termasuk di antaranya pembukaan jalur baru pada tahun 1884-1898 yang menghubungkan Sidoarjo – Madiun – Blitar. Pembukaan jalur baru ini dianggap akan mengefisiensikan kebutuhan pengangukutan hasil perkebunan di wilayah Madiun. Salah satunya yakni tanaman tebu sebagai penghasil gula.
  3. Keberadaan stasiun ini tak terlepas dari jalur rel kereta api yang berada di Semarang tahun 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda LAJ. Baron Sloet dan Beele. Sejarah panjang perkeretaapian di Indonesia memang diawali dari pembangunan jalur rel kereta dari ibu kota Jawa Tengah ini.
  4. “Pemerintah Hindia Belanda saat itu memang ingin menghubungi daerah penghasil perkebunan dengan daerah pelabuhan. Ini untuk pergerakkan roda perekonomian. Termasuk di daerah Jawa Timur dengan membuat jalur rel kereta Surabaya – Pasuruan,” ujar Sumiati.

Namun, selain digunakan sebagai transportasi pengangkut hasil perkebunan. Kereta api kala itu digunakan juga untuk perjalanan jarak jauh penumpang orang dan juga barang.

“Untuk memenuhi kebutuhan transportasi orang, maka dibangunlah stasiun di kota Madiun pada tahun 1897 oleh arsitek Belanda Frans Johan Louwrens Ghijsels,” jelas Sumiati.

Pengusulan Cagar Budaya tentu tak hanya dari sisi Sejarahnya saja. Namun, juga fisik bangunan stasiun. Stasiun ini dinilai memiliki bangunan yang masih terawat keasliannnya hingga kini walaupun sudah dilakukan penambahan. Seperti, ditambah selasar untuk tempat tunggu di bagian utama bangunan.

Itulah sedikit sejarah tentang stasiun yang berada di kota Pecel. Bukan hanya sekedar moda transportasi saja di kota Madiun. Namun, stasiun madiun ini juga memiliki sejarah yang panjang dalam perkeretaapian di Indonesia.