Berita Terbaru :
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Mataraman  Selasa, 02-06-2020 | 06:15 wib
Reporter : Ito Wahyu
Seperti inilah kondisi Terminal Kertonegoro Ngawi. Foto: Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Hingga saat ini kondisi Terminal Kertonegoro Ngawi, masih sepi belum ada peningkatan penumpang tujuan kota-kota besar pasca lebaran. Termasuk wilayah Surabaya yang memperpanjang PSBB hingga 8 Juni mendatang juga berdampak pada armada bus yang masuk terminal.

Kondisi ini masih sama seperti waktu diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disejumlah kota besar di Jawa Timur, termasuk dengan adanya larangan mudik saat momentum lebaran kemarin. Dalam sehari, hanya ada beberapa bus antar kota antar provinsi yang masuk terminal.
 
Salah satu pengemudi bus, Sri Widiono, mengatakan, pihaknya hanya mengangkut 6 penumpang dari Ponorogo tujuan Jakarta. "Jumlah penumpang tidak dapat maksimal karena memang adanya pembatasan dampak dari pandemi covid-19," ujarnya.

Terlebih seluruh penumpang juga diwajibkan memenuhi aturan yang ditetapkan yakni memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), surat keterangan tugas dari perusahaan bagi karyawan, serta surat sehat dan keterangan hasil rapid test yang dinyatakan non reaktif.
 
Hal yang sama disampaikan pemilik agen tiket perjalan bus yang ada di Terminal Kertonegoro Ngawi, Yosse Damayanti, yang mengakui jika saat ini hanya da 1 armada bus yang berangkat setiap harinya. "Untuk penumpang sendiri juga tidak dapat maksimal, yakni berkisar antara 5-6 penumpang setiap hari," jelasnya.
 
Diakuinya untuk kondisi harga tiket sendiri juga mengalami peningkatan yang signifikan dibanding dengan kondisi normal. "Saya berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir, termasuk banyak po bus yang merugi akibat tidak dapatnya beroperasi," terang Yosse Damayanti.
 
Berdasar data, di Terminal Ngawi jika normal terdapat 1000 bus, terdiri dari 800 lintasan bus AKAP dan 150 AKDP dan sisanya merupakan bus lokal. Minimnya jumlah bus yang masuk terminal seiring dengan adanya PSBB di kota besar Jawa Timur, yang merupakan titik awal pemberangkatan bus.

Dengan pemberlakukan penerapan new normal, diharapkan dapat berangsur-angsur mengembalikan kondisi perjalanan transportasi dan perekonomian saat ini. (yos)

Berita Terkait

Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri

Dirjen Perhubungan Darat Cek Terminal Kertonegoro

Terminal Kertonegoro Mulai Dipadati Penumpang
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  6 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  5 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber