Berita Terbaru :
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
Kalau Zona Merah, Sebaiknya Salat Idul Adha Ditiadakan
Menkes Akan Berkantor di Jatim Setiap Akhir Pekan, Ini Penyebabnya
Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
   

Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Covid-19  Minggu, 31-05-2020 | 18:00 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Badan Inteligen Negara (BIN) bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, kembali menggelar rapid tes massal hari ketiga di wilayah Manukan Surabaya, setelah dilakukan di gedung Siola dan di wilayah Kecamatan Krembangan. Rapid tes massal kali ini guna memutus penyebaran covid-19 di Surabaya yang kasusnya sudah mencapai 2000 lebih.

Pemerintah pusat melalui BIN memberikan perhatian khusus kepada Kota Surabaya, karena sebagai penyumbang 50 persen kasus positif covid 19 di wilayah Jatim. Kasus covid-19 di Jatim sendiri menempatkan Jatim di urutan kedua secara nasional.

Guna mempercepat upaya memutus mata rantai perkembangan covid-19 di Surabaya. Kini, BIN bersama Pemkot Surabaya kembali menggelar rapid tes massal di wilayah Surabaya barat, tepatnya di Terminal Manukan Surabaya, setelah dua hari sebelumnya di gedung Siola dan di kawasan Krembangan Surabaya.

Menurut Sekretaris Utama BIN, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo, melihat angka kasus positif covid di Surabaya yang tinggi, pihaknya berencana akan melakukan rapid tes massal hingga beberapa hari ke depan.

"Namun demikian, jika kondisinya masih banyak ditemukan kasus reaktif cukup banyak, tak menutup kemungkinan akan menambah jumlah hari pelaksanaan rapid tes massal, tergantung situasi dan perkembangan kemampuan laboratorium yang ada di Surabaya," kata Komjen Pol Bambang Sunarwibowo.

Dari data sementara yang berhasil dihimpun, sebanyak 385 warga mendaftar rapid tes massal di Terminal Manukan Surabaya. Hasilnya, ada sekitar 45 orang dinyatakan reaktif, setelah mengikuti proses rapid test.(end)



Berita Terkait

Ratusan Pelajar Ikuti Rapid Test Masal Jelang UTBK Gratis

Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian

Calon Mahasiswa Wajib Rapid Test Sebelum Ujian SBMPTN

Rapid Tes Massal Di Pasar Tradisional, Hasilnya Seratus Orang Lebih Dinyatakan Reaktif
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  15 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  14 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  52 menit

Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Pilkada  13 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber