Berita Terbaru :
KPU Siapkan Satu TPS Khusus Lapas
Hari Santri, Rapat Paripurna Anggota DPRD Gunakan Atribut Santri
Masuk Zona Kuning Covid-19, Permohonan Izin Hajatan Membludak
Ketua DPRD : Santri Harus Komitmen Jaga Pancasila
Peneliti Unej Temukan Melinjo Berpotensi Suplemen Cegah Covid 19
Dikpora Ajukan Izin Pembelajaran Tatap Muka SMP
Peringati Hari Santri Nasional, Satlantas Polres Bojonegoro Bagikan Ratusan Masker dan Handsanitizer
   

Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 31-05-2020 | 15:24 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Tradisi di hari ketujuh setelah hari raya lebaran Idul Fitri atau di sebut hari raya ketupat, warga di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, memiliki tradisi membuat kuliner topak atau ketupat dan leppet. Tradisi ini sebagai pelengkap hari kemenangan. Kuliner tersebut merupakan simbol yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Madura. Kuliner yang biasanya dimakan bersama keluarga di tempat wisata. Namun ditengah pandemi covid-19, warga hanya membagikan ke rumah keluarga dan para tetangga. Hal itu dilakukan sebaliknya hingga terjadi saling tukar menukar topak dan lepet. Ini dilakukan guna mematuhi himbauan pemerintah.

Dalam setiap daerah pasti banyak kuliner khas yang menjadi identitas daerah itu sendiri, apalagi dalam momentum lebaran, pasti tidak jauh dengan kuliner khas yang satu ini, yakni ketupat. Kuliner khas saat lebaran yang pasti sudah dikenal di masyarakat. Namun kali ini berbeda, di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di hari ketujuh setelah hari lebaran atau disebut hari raya ketupat, seluruh warga di setiap tahunnya, membuat kuliner makanan topak atau (ketupat) dan leppet. Kuliner yang hanya ditemui saat hari ketujuh setelah lebaran.

Topak atau (ketupat) dan leppet memiliki arti tersendiri bagi orang Madura yaitu pateppak ben pateptep.Topak yang merupakan simbol dengan arti dalam bahasa Madura pateppak atau membenah diri dan leppet sendiri memiliki yang menyimbolkan makna "pateptep" atau tetap istiqomah.

Jika digabung makna dari dua kuliner tersebut akan memiliki arti bahwasanya manusia sudah membenahi diri selama menjalankan ibadah di bulan puasa Ramadhan hingga menuju hari kemenangan dan diharapkan tetap istiqomah meski bulan puasa Ramadhan selesai.

"Dalam proses pembuatan ketupat, dibentuk anyaman tertutup yang dikemas menggunakan bahan daun siwalan yang masih muda dan diisi beras didalamnya, sedangkan leppet dikemas menggunakan daun pandan yang diisi beras ketan, biji kacang hijau serta parutan kelapa. Dalam proses memasak, dua kuliner khas tersebut dilakukan dengan cara dikukus," kata Sahawi, tokoh masyarakat.

Sementara, salah seorang warga, Herman Suryansyah, menyampaikan, topak atau ketuap dan lepet, memang merupakan kuliner Madura yang dibuat di hari ketujuh setelah lebaran. Kuliner ini biasanya dimakan di tempat wisata bersama seluruh keluarga, namun di tengah pandemi covid-19, warga hanya membagikan ke rumah keluarga dan para tetangga.

Pihaknya menambahkan, di suasana pandemi covid-19 ini, seluruh tempat wisata di Kabupaten Sumenep, ditutup. Hal ini dilakukan pemerintah guna mencegah bertambahnya korban positif covid-19. Oleh sebab itu, saling antar makanan menjadi langkah warga agar tetap bisa menikmati kuliner topak dan lepet dengan seluruh keluarga di hari ketujuh setelah lebaran di rumah saja.(end)



Berita Terkait

Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Berita Terpopuler
Peringati Hari Santri Nasional, Satlantas Polres Bojonegoro Bagikan Ratusan Mask...selanjutnya
Peristiwa  6 jam

Dikpora Ajukan Izin Pembelajaran Tatap Muka SMP
Pendidikan  5 jam

Peneliti Unej Temukan Melinjo Berpotensi Suplemen Cegah Covid 19
Pendidikan  4 jam

Ketua DPRD : Santri Harus Komitmen Jaga Pancasila
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber