Berita Terbaru :
Program Dispensasi dan Diskon, Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan di Bangkalan Meningkat
Ilalang Kawah Wurung, Spot Foto Diburu Netizen
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Tuban Merangkak Naik
Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
   

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  Minggu, 31-05-2020 | 01:06 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Masih Tingginya angka penyebaran covid-19 di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, menjadi perhatian Partai Demokrat Jawa Timur. Salah satunya adalah dengan ikut memperjuangkan agar Provinsi Jawa timur mendapatkan penanganan serius dari pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD Jatim dari Partai Demokrat Ahmad Iskandar mengatakan, salah satu yang diperlukan dalam penanganan cepat pencegahan menyebarnya pendemi Covid-19 ini adalah Mobil RC-PCR yang bisa digunakan sebagai laboratorium kelililing untuk melakukan pengecekan kesehatan masyarakat. "Daripada berpolemik atau rebutan, lebih baik kita perjuangkan agar Jatim mendapat tambahan mobil PCR itu," jelas Iskandar, Sabtu (30/5/2020).

Saat ini, kata Iskandar baru ada 2 unit mobil PCR  singkatan dari Polymerase Chain Reaction atau peralatan yang digunakan sebagai metode pemeriksaan virus corona. Penempatannya mobil ini bisa berpindah pindah tergantung kebutuhan tempat yang rawan. Sehingga daerah yang masuk zona merah atau yang terindikasi banyak penularan bisa langsung didatangi. 

"Melihat kondisi Jatim yang angka penyebarannya cukup tinggi ini, idealnya butuh 10 Unit Mobil PCR," terang Iskandar.

Untuk itu, pihaknya siap membantu pemerintah provinsi Jatim maupun Pemkot Surabaya untuk memperjuangkan penambahan unit mobile PCR ini ke pemerintah pusat. "Kami akan perjuangkan penambahan mobil PCR ini ke pusat, untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur demi menekan penambahan wabah Covid-19 ini," tegas anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

Masih kata Iskandar, musibah pandemi covid-19 ini adalah masalah yang harus ditangani bersama-sama. Tidak bisa hanya diserahkan kepada pemprov Jatim saja atau Pemkot Surabaya saja. Demokrat meyakini baik pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya dan juga pemkab/pemkot lainnya sudah bekerja maksimal mengatasi masalah ini. 

"Marilah kita hindari polemik, tidak perlu saling emosi atau menyalahkan satu sama lain. Karena ini masalah kita semua yang harus ditangani bersama-sama," pungkas mantan birokrat ini. (end)

Berita Terkait

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR

Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP

Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  8 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber