Berita Terbaru :
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  Jum'at, 29-05-2020 | 07:30 wib
Reporter : Juli Susanto
Surabaya pojokpitu.com, Berbagai cara terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Salah satunya dengan menata ulang pedagang di Pasar Tradisional Pegirikan Surabaya.

Meski baru tahapan sosialisasi, pagi para pedagang di pasar ini terapkan protokol kesehatan, dengan menjaga jaga jarak atau physical distancing, dengan harapan aktifitas jual-beli di pasar tetap aman beraktivitas meski ditengah pandemi covid-19.

Para pedagang yang semula berada di dalam pasar, harus mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh petugas PD pasar dan pihak kecamatan, dengan menempati lokasi yang sudah ditata ulang dengan mengatur jarak antar para pedagang atau physical distancing.

Meski masih dalam tahap sosialisasi, pihak pemerintah melalui kecamatan siapkan 84 petak untuk stand pedagang berjualan, dengan pola jaga jarak. Upaya ini sengaja dilakukan guna mendukung upaya memutus rantai dan mencegah penularan virus corona atau covid-19, sekaligus untuk menyiapkan new normal agar ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Menurut salah satu pedagang, Maimunah, langkah ini memang dianggap efektif untuk membuat pedagang dan warga yang berbelanja tetap aman di masa pandemi.

"Namun karena aktifitas belanja dilakukan di luar pasar, para pedagang mengeluh karena tidak ada tenda atau atap penutup sehingga harus terpapar langsung dengan sinar matahari," jelas Maimunah.

Sementara itu, Asmawati, warga semampir yang memang sehari-hari berbelanja di pasar ini mengatakan, bahwa agar sama sama aman dari wabah covid-19 ini, memang antara pedagang dan pembeli tetap harus memperhatikan jarak dan wajib menggunakan masker saat berbelanja.

Pasar pegirikan dengan protokol distancing ini hanya berlangsung 2 jam mulai pukul 6 pagi sampai pukul 8 pagi. Sementara untuk kelancaran arus lalu lintas, petugas menutup akses jalan dari arah ampel menuju jalan Nyamplungan Surabaya, dan kendaraan seluruhnya dialihkan ke sisi jalan Pegirikan Surabaya. (yos)

Berita Terkait

Selama Pasar Induk Jadi Klaster Covid-19, Tak Ada Aturan Ganjil Genap

Hasil Rapid Tes Covid-19, Belasan Pedagang Pasar Tradisional Reaktif

Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Berita Terpopuler
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  2 jam

Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  5 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber