Berita Terbaru :
Bupati Akan Tingkatkan Pertanian Pariwisata Untuk Pulihkan Ekonomi Kabupaten Malang
Program Dispensasi dan Diskon, Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan di Bangkalan Meningkat
Ilalang Kawah Wurung, Spot Foto Diburu Netizen
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Tuban Merangkak Naik
Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
   

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  Selasa, 26-05-2020 | 02:13 wib
Reporter :
Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob (The Star)
Kuala Lumpur pojokpitu.com, Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya sebelum dapat melakukan perjalanan ke Malaysia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia.

Ismail Sabri mengatakan, dengan kebijakan terbaru, orang Malaysia akan membayar setengah dari biaya layanan karantina sementara warga asing, termasuk pasangan dan anggota keluarga warga negara Malaysia, harus menanggung biaya penuh. Biaya penuh sebesar RM 150 per hari atau sekitar Rp 500 ribu. Karantina selama 14 hari, berarti jika membayar penuh adalah RM 2.100 atau sekitar Rp 7 juta.

"Ini akan berlaku mulai 1 Juni karena Malaysia akan terus memberlakukan karantina wajib pada mereka yang kembali dari luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya pada jumpa pers hariannya seperti dilansir JawaPos.com dari SCMP, Sabtu (23/5).

Ismail Sabri mengatakan Dewan Keamanan Nasional telah memutuskan bahwa warga negara Malaysia akan membayar 50 persen dari biaya penuh RM 150. "Non-warga negara Malaysia, termasuk pasangan dan tanggungan warga negara Malaysia, harus membayar dalam jumlah penuh," katanya.

Ismail Sabri mengatakan dewan juga telah memutuskan bahwa mereka yang ingin datang ke Malaysia harus menandatangani surat persetujuan, yang menyatakan persetujuan untuk menanggung biaya karantina.

"Penandatanganan surat itu dapat dilakukan di Kedutaan Besar Malaysia dan komisi tinggi. Setelah perjanjian ditandatangani, kantor juga akan mengeluarkan surat yang mengizinkan mereka untuk kembali ke Malaysia," katanya.

Departemen Imigrasi akan memainkan perannya untuk memastikan mereka yang kembali mengetahui kondisi baru yang ditetapkan oleh pemerintah. "Imigrasi akan mengeluarkan arahan kepada semua perusahaan maskapai penerbangan untuk menjadikannya syarat bagi penumpang yang turun di Malaysia untuk memiliki surat perjanjian ini," katanya.

Dari jumlah tersebut, 30.200 orang telah menyelesaikan proses dan diizinkan pulang. Pada 14 Mei lalu, Ismail Sabri mengatakan ada pasangan dan anggota keluarga warga Malaysia yang menolak membayar biaya karantina meskipun pemerintah telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka hanya akan menanggung biaya untuk mengembalikan warga Malaysia.

Mereka yang menolak membayar, fasilitas imigrasi mereka dicabut, yang akan membuat mereka harus lebih sering melakukan perjalanan ke departemen untuk memperbarui kartu izin tinggal di Malaysia. Ismail Sabri mengatakan mereka harus mendaftar untuk kembali ke Malaysia.

"Kami ingin menentukan dari mana mereka berasal. Bagi mereka dari negara-negara berisiko tinggi, dewan dan Kementerian Kesehatan akan menentukan apakah aplikasi mereka harus disetujui," imbuhnya. (JawaPos/pul)

Berita Terkait

Ratusan Pasien Karantina JSG Sudah Pulang

Tim Gugus Lamongan Lakukan Karantina Satu Keluarga Reaktif Covid 19

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tulungagung Rencanakan Tambah Tempat Karantina

Meski Dikarantina Warga Giripurno Semangati Diri Dengan Caring Day
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  9 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber