Berita Terbaru :
Puluhan Warga Positif Covid-19, Jalam Binor Kota Malang Terapkan PSBL
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
27 Kios di Pasar Sukorejo Ludes Dilalap Api
Isak Tangis Puluhan Tenaga Kesehatan Saat Melepas Perawat Meninggal Karena Covid 19
Risma Razia Pasar Keputran, Mendapati 5 Orang Reaktif Rapid Tes di Pasar
Kemenkes Keluarkan Tarif Rapid Tes Mandiri Rp 150 Ribu
Sempat Dirawat Terpapar Covid-19, Kepala Dinas DP5A Surabaya Meninggal Dunia
Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Telat Ditangani, Ibu Melahirkan di Depan Rumah Bidan
Angka Kematian Covid Mulai Turun, Namun Jumlah Positif Covid Terus Mengalami Kenaikan
Sebuah Rumah Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik
Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Bioplastik Kurangi Sampah Plastik Makanan
Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter Ditangkap Warga
   

Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Mataraman  Senin, 25-05-2020 | 17:30 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Foto Istimewa
Mojokerto pojokpitu.com, Jengkel karena jalan ditutup saat lebaran idul fitri, seorang ibu yang tidak bisa berkunjung dan silaturahmi ke tempat keluarganya, mengamuk terhadap sejumlah warga yang berjaga, Minggu (24/5). secara brutal mendobrak barekade penutup jalan di tengah pandemi covid 19.

Aksi kemarahan ibu yang direkam dalam video itu menjadi viral di media sosial Mojokerto. Ceritanya berawal, saat ibu dari warga kecematan lain di Kabupaten Mojokerto bermaksud berkunjung ke rumah keluarganya di Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ibu bersama anak perempuan ini hendak bersilaturahmi dan merayakan lebaran. Namun ditolak oleh warga dan petugas Linmas yang berjaga, dengan alasan mencegah wabah corona.

Meski tetap ngotot akan masuk, ibu tersebut tetap tidak diijinkan lewat. Maka peristiwa keributan tidak bisa diilekan. Aksi ibu ini sempat viral di media sosial.

Menruut Iptu Toni Hermawan, Kapolsek Pacet, penutupan kawasan pemukiman ini merupakan kesepakatan untuk melarang warga desa keluar ataupun warga luar masuk untuk silaturahmi. Warga memasang barikade dari bambu dan memasang portal, untuk mengantisipasi penyebaran covid 19. "Meski sempat viral di media sosial, permasalahan dengan warga desa sudah diselesaikan, karena hanya salah paham," kata Iptu Toni Hermawan.

Saat lebaran idul fitri ditengah pandemi covid 19, sebagian besar desa di Kabupaten Mojokerto, menutup akses jalan desa dan membatasi warga luar desa untuk berkunjung merayakan lebaran. (pul)

Berita Terkait

Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker

Dirut RSUD dr Soetomo Sebut Hubungannya Baik Dengan Pemkot Surabaya

Oknum ASN Mengamuk di Kantor Dispenduk Capil Kabupaten Banyuwangi

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Berita Terpopuler
Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  3 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  4 jam

Relawan Peduli Warga Terdampak Covid Bagikan Sembako
Malang Raya  14 jam

Bupati Malang Sebut 300 KK Sudah Memanfaatkan Gas Methane Gratis
Politik  12 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber