Berita Terbaru :
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Kimiskinan dan Minimnya Edukasi Sebabkan Angka Kematian Covid-19 Tinggi
Kesehatan  Sabtu, 23-05-2020 | 22:16 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Foto dok pojokpitu.com
Surabaya pojokpitu.com, Tingginya angka kematian pasien covid-19 di Jatim mendapat sorotan para pakar kesehatan. Salah satunya tim medis bagian paru RSUD dr Soetomo Surabaya.

Staf Medis Ilmu Penyakit Paru RSUD dr Soetomo, dr Tutik Kusmiati, dalam meeting zoom pakar medis, Jumat (22/5) sore menyebut ada keterkaitan antara faktor ekonomi yang rendah dengan minimnya pengetahuan terkait covid-19. Sehingga menyebabkan ledakan jumlah pasien beberapa hari terakhir di Jatim. Pasalnya, minimnya pengetahuan menyebabkan pasien datang ke rumah sakit saat mengalami sesak napas. Sehingga penanganan dan pengobatan menjadi lebih sulit. "Pasien rata-rata datang dalam kondisi stadium lanjut, ditambah adanya penyakit komorbit membuat angka kematian menjadi lebih tinggi," dr Tutik Kusmiati.

Berbeda dengan pasien yang berpendidikan, yang mengalami batuk/demam, hanya 1-2 hari langsung datang ke rumah sakit. Hal ini membuat penanganan pasien lebih cepat, dan tidak membutuhkan ventilator.

Sementara itu, berdasarkan data pasien di rumah sakit khusus infeksi Unair, tercatat ada 81 pasien meninggal dunia dari total 3.761 pasien yang dirawat di RSKI, sejak kasus pertama covid-19 ditemukan di jatim.  Saat ini ada 461 pasien yang dirawat di RSKI. Sehingga jika diprosentasekan angka kematian pasien covid-19 di RSKI mencapai 17,6 persen.

Sosialisasi terkait covid-19 seharusnya terus dilakukan. Apalagi gejala penyebab penyakit covid-19 saat ini telah berubah-ubah. Tak lagi hanya batuk pilek dan demam maupun sesak napas. Tetapi juga diare dan muntah serta mual. (pul)





Berita Terkait

Beredar Surat Edaran Galang Dana Dari Pegawai Untuk Covid-19

Dalam Sehari, Pasien Covid-19 yang Sembuh Naik Drastis 1.027 Orang

Jumlah Pasien Covid 19 Sembuh Semakin Banyak

Enam Petugas Kesehatan Terkonfrim Virus Corona Covid 19
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber