Berita Terbaru :
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
   

Warga Halau Pemudik Dengan Meriam Bambu
Mataraman  Sabtu, 23-05-2020 | 14:05 wib
Reporter : M.Ramzi
Cara pemuda Desa Ringinagung Kecamatan Kabupaten Magetan, saat mengusir pemudik atau warga luar desa yang hendak masuk ke desanya. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Kalau biasanya warga menghadang pemudik luar desa menggunakan portal, akan tetapi warga Ringingagung Magetan, mempunyai cara sendiri. Mereka menghalau pemudik atau warga luar desa masuk ke desanya mereka menggunakan meriam bambu di perbatasan desa.

Pemuda setempat tidak menggunakan portal seperti warga pada umumnya. Akan tetapi mereka menghadangnya dengan menggunakan meriam bambu, atau long bumbung.

Warga sengaja memperketat orang luar masuk ke desanya, untuk mencegah menyebarnya virus corona. Apalagi, saat ini pemerintah sedang menghimbau untuk tidak mudik, shalat idul fitri di rumah, dan lebaran di rumah.

Salah satu pemuda desa, Budi, mengaku, hal tersebut merupakan kreasi anak-anak muda desa setempat. "Selain untuk menghalau warga luar desa, juga menjadi hiburan anak-anak desa, saat pandemi covid-19 ini," kata Budi.

Warga akan terus menjaga perbatasan, untuk menghalau warga atau pemudik yang masuk ke desanya. Hal itu semata-mata demi melindungi warga desa dari wabah covid-19. (pul)

Berita Terkait

Warga Halau Pemudik Dengan Meriam Bambu

Polres Ponorogo Tetapkan Tersangka Pasca Ledakan Mercon

Begini Cerita Korban Selamat Ledakan Mercon Ponorogo

Polisi Terus Lakukan Pemeriksaan Atas Ledakan di Desa Sidoharjo
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  8 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  5 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber