Berita Terbaru :
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
Bahu Jalan Raya Ranuyoso Ambrol
Pasien Positif Corona di Pacitan Bertambah Saat Persiapan Skema New Normal
Dinsos Perketat Seleksi Penerima Bantuan di Masa Pandemi
   

Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Metropolis  Sabtu, 23-05-2020 | 07:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim
Berita Video : Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Surabaya pojokpitu.com, Kapolda Jatim, Irjen. Pol Muhammad Fadil Imran, marah besar kepada jajarannya yang tidak serius saat mengikuti rapat koordinasi pembentukan kampung tangguh bersama Walikota Surabaya. Bahkan, saat pemaparan Kapolda secara tegas menegur dan langsung mencopot jabatan salah satu oknum Kapolsek yang sedang tertidur waktu rapat.

Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jatim terlihat marah besar, ketika mengetahui salah seorang oknum Kapolsek diduga tertidur saat melakukan pemaparan program kampung tangguh dengan Walikota Surabaya, di ruang Sawunggaling Pemkot Surabaya.

Bahkan Kapolda yang geram dengan kelakuan anak buahnya, secara tegas langsung menegur dan mencopot oknum Kapolsek tersebut dari jabatannya, karena dianggap tidak serius saat ikut rapat dalam penanganan covid-19 di Kota Surabaya.

Rakor pembentukan kampung tangguh ini juga diikuti Pangdam V Brawijaya bersama seluruh Kapolsek, Danramil dan camat se-Surabaya, bertujuan untuk mengetahui secara cepat, permasalahan dampak covid-19 di perkampungan di Surabaya. Mulai warga yang belum dapat bantuan, hingga warga yang memiliki gejala covid untuk segera ditangani.

"Untuk program kampung tangguh ini, seluruh elemen wajib bergerak, mulai babinsa, babinkamtibmas dan camat hingga di tingkat lurah, RT - RW untuk melaporkan ditemukan di lapangan," kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Berdasarkan data sebaran covid-19, Kota Surabaya mengalami penambahan kasus positif baru sebanyak 311 orang pada tanggal 21 Mei 2020, dengan kumulatif kasus positif covid-19 sebanyak 1.566 kasus, dimana 1.253 orang masih dalam perawatan. Sedangkan untuk kasus meninggal dunia ada 156 kasus, dan sembuh tercatat 157 orang.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  7 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  3 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  4 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber