Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Pemkab Ngawi Tiadakan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturrahman
Mataraman  Sabtu, 23-05-2020 | 04:24 wib
Reporter : Ito Wahyu
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah ditengah pandemi covid-19. Termasuk ditiadakannya pelaksanaan sholat idul fitri di Masjid Agung Baiturrahman Ngawi. Foto Ito
Ngawi pojokpitu.com, Sebagai langkah antisipasi penyebaran covid-19 Pemerintah Kabupaten Ngawi memberlakukan sejumlah ketentuan yang tertuang dalam surat edaran bupati untuk pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, mendasar surat edaran kementerian agama nomor 6 tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 H ditengah pandemi wabah covid -19 dan fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 28 tahun 2020 serta sesuai dengan surat edaran Bupati Ngawi, maka masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan takbir keliling. Artinya kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid atau mushola dengan menggunakan pengeras suara.

Dijelaskannya mengenai pelaksanaan shalat idul fitri 1 syawal 1441 H untuk lingkungan dusun yang wilayah zona merah atau hasil rapid test positif maupun swabnya positif, maka untuk melaksanakan shalatnya di rumah masing-masing. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya potensi penularan.

Namun jika wilayahnya zona hijau dapat melaksanakan shalat idul fitri di masjid atau lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya cuci tangan pakai sabun, memakai masker, physical distancing, dilakukan pengukuran suhu dan tidak berjabat tangan sebelum maupun sesudah shalat.

Bupati juga meminta kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan silaturahmi atau halal bihalal keliling dari rumah ke rumah dan meniadakan open house. Serta meminta silaturahmi atau halal bihalal dilakukan melalui media sosial dan video call. Hal ini sebagai bentuk untuk mencegah penularan virus covid-19 agar tidak menyebar. (pul)

Berita Terkait

Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini

PSBB, Masjid Agung Jami Kota Malang Tetap Gelar Sholat Ied

Musholla An-nur Melaksanakan Sholat Ied, Dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Anggota Banser Semprot Disinfektan Tempat Ibadah Digunakan Sholat Idul Fitri
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  21 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  6 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  10 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber