Berita Terbaru :
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
   

Pemkab Ngawi Tiadakan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturrahman
Mataraman  Sabtu, 23-05-2020 | 04:24 wib
Reporter : Ito Wahyu
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah ditengah pandemi covid-19. Termasuk ditiadakannya pelaksanaan sholat idul fitri di Masjid Agung Baiturrahman Ngawi. Foto Ito
Ngawi pojokpitu.com, Sebagai langkah antisipasi penyebaran covid-19 Pemerintah Kabupaten Ngawi memberlakukan sejumlah ketentuan yang tertuang dalam surat edaran bupati untuk pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, mendasar surat edaran kementerian agama nomor 6 tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 H ditengah pandemi wabah covid -19 dan fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 28 tahun 2020 serta sesuai dengan surat edaran Bupati Ngawi, maka masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan takbir keliling. Artinya kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid atau mushola dengan menggunakan pengeras suara.

Dijelaskannya mengenai pelaksanaan shalat idul fitri 1 syawal 1441 H untuk lingkungan dusun yang wilayah zona merah atau hasil rapid test positif maupun swabnya positif, maka untuk melaksanakan shalatnya di rumah masing-masing. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya potensi penularan.

Namun jika wilayahnya zona hijau dapat melaksanakan shalat idul fitri di masjid atau lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya cuci tangan pakai sabun, memakai masker, physical distancing, dilakukan pengukuran suhu dan tidak berjabat tangan sebelum maupun sesudah shalat.

Bupati juga meminta kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan silaturahmi atau halal bihalal keliling dari rumah ke rumah dan meniadakan open house. Serta meminta silaturahmi atau halal bihalal dilakukan melalui media sosial dan video call. Hal ini sebagai bentuk untuk mencegah penularan virus covid-19 agar tidak menyebar. (pul)

Berita Terkait

Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini

PSBB, Masjid Agung Jami Kota Malang Tetap Gelar Sholat Ied

Musholla An-nur Melaksanakan Sholat Ied, Dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Anggota Banser Semprot Disinfektan Tempat Ibadah Digunakan Sholat Idul Fitri
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  8 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  5 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber