Berita Terbaru :
Tiga Reaktif dan Satu Positif Covid 19 Gedung Dewan Ditutup Total
86 Santri Gontor Kampus 2 Dinyatakan Sembuh dari Covid 19
Dua Ratusan ASN Terlambat Masuk Kerja, Diberi Sanksi Khusus Oleh Bupati
Sejumlah Peserta Test Protes Pelantikan Perangkat Desa
Pastikan Beras BPNT Layak Konsumsi Sebelum Didistribusikan
Tambahan 9, Total 120 Pasien Covid-19 Sembuh
Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Dilaporkan Warga, Polusi PT Berdikari Jaya Bersama (BJB) Ternyata Hasil 3 Laboratorium Masih Ambang Batas
Seribu Bendera Dikibarkan Serentak Warga Desa Mulyorejo
Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Petani pasuruan ini Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel
Yayasan Harfin Gosari gelar Shalat Idul Adha dan Bagikan 5 Ton Daging Kurban
Atlet Paralayang Terbang di Atas Gunung Blego
   

Walikota Dewanti Rumpoko Larang Sholat Jumat di Masjid
Malang Raya  Sabtu, 23-05-2020 | 02:12 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Walikota Batu, Dewanti Rumpoko,
Kota Batu pojokpitu.com, Umat muslim wilayah Kota Batu di imbau tidak melaksanakan sholat Jumat di masjid maupun di lapangan saat Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Menurut Walikota Batu Dewanti Rumpoko, hal itu mengutip fatwa Majelis Ulama Indonesia  yang menerbitkan larangan bagi umat Islam menyelenggarakan salat Jumat berjamaah di wilayah tertentu selama pandemi pandemi virus corona. Larangan tersebut  dituangkan dalam fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid-19.

Dalam fatwa yang diterbitkan  MUI menyebut salat jumat bisa diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko juga menegaskan larangan  salat idul fitri di masjid maupun lapangan di wilayah Penerapan Pembatasan Sosial Berskala  Besar. Hal itu telah disampaikan ke seluruh masyarakat Kota Batu bersama ulama dan tokoh agama.  Karena Kota Batu tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar Malang Raya.

"MUI Kota Batu  juga melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa, seperti salat lima waktu berjamaah, salat tarawih, salat ied atau pun kegiatan majelis taklim, larangan ini berlaku bagi umat islam di wilayah kondisi penyebaran virus corona sudah tak terkendali," kata Dewanti Rumpoko.

Sementara itu Nurbani Yusuf Ketua MUI Kota Batu mengatakan, dalam fatwa itu juga disebut  setiap orang untuk menjaga kesehatan dan menjauhi potensi terpapar penyakit. Namun fatwa tidak berlaku terhadap seluruh umat Islam Indonesia. Pelarangan hanya dilakukan di daerah-daerah yang ditetapkan pemerintah sebagai wilayah dengan penyebaran virus corona yang tak terkendali.

"Jika ada umat muslim yang masih melaksanakan salat idul fitri berjamaah di masjid maupun di lapangan, bukan hak dan kewajiban mui untuk melarang melarang. Sebab wewenang aturan tetap dari pemerintah daerah," kata Nurbani Yusuf.

Berita Terkait

Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini

PSBB, Masjid Agung Jami Kota Malang Tetap Gelar Sholat Ied

Musholla An-nur Melaksanakan Sholat Ied, Dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Anggota Banser Semprot Disinfektan Tempat Ibadah Digunakan Sholat Idul Fitri
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  3 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  5 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  3 jam

Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber