Berita Terbaru :
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
Bahu Jalan Raya Ranuyoso Ambrol
Pasien Positif Corona di Pacitan Bertambah Saat Persiapan Skema New Normal
Dinsos Perketat Seleksi Penerima Bantuan di Masa Pandemi
Usai Kegitan Pelantikan Pengawas Dindik Provinsi Jatim, 4 Kepsek di Pacitan Akan Jalani Swab
Masyarakat Buka Dapur Umum Bagi Keluarga Pasien Terkonfrim Positif Covid 19
Ada 1646 Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Gagal Berangkat
Aniaya Sopir, Petugas Amankan Belasan Anak Punk
Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
   

Imbas Muncul 75 Kasus Covid 19, Akhirnya Sholat Idul Fitri Ditiadakan
Politik  Sabtu, 23-05-2020 | 01:08 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo, meniadakan sholat idul fitri di semua kecamatan. Hal ini karena banyaknya orang tanpa gejala terindikasi terpapar covid 19 masih berkeliaran. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Setelah melalui rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah, Ormas Islam dan MUI setempat, di pendopo Kabupaten Probolinggo pada Jumat (22/5) siang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil keputusan terkait pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah.

Sebelumnya Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari memutuskan tetap menggelar sholat idul fitri di semua kecamatan, asal dengan protokol kesehatan covid 19. Mulai jaga jarak pakai masker dan lain sebagainya. Namun dengan pertimbangan banyak orang terpapar virus corona mencapai 75 orang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo memutuskan meniadakan sholat idul fitri di semua kecamatan.

"Kami menyarankan agar warga melakukan sholat idul fitri dari rumah masing-masing, dengan pertimbangan keselamatan jiwa," kata Puput Tantriana Sari.

Ada tiga alasan meniadakan sholat idul fitri ini, diantaranya trend penularan covid 19 masih sangat tinggi, keselamatan manusia menurut syariat Islam lebih diutamakan dan yang terakhir guna memutus rantai penularan virus.

Menurut Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, seruan ini ditujukan kepada seluruh camat, kepala desa, lurah badan pengelola masjid dan mushola. Jika ada 6 kecamatan masih zona hijau, namun bukan jaminan bebas paparan virus corona.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, jumlah orang dalam pemantauan mencapai 451 orang, pasien dalam pengawasan 56 orang dan 75 orang positif virus corona. (pul)

Berita Terkait

Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini

PSBB, Masjid Agung Jami Kota Malang Tetap Gelar Sholat Ied

Musholla An-nur Melaksanakan Sholat Ied, Dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Anggota Banser Semprot Disinfektan Tempat Ibadah Digunakan Sholat Idul Fitri
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  6 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  2 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  3 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  53 menit



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber