Berita Terbaru :
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambakan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
   

Tidak Masuk Bansos Pemerintah,Warga Urunan Santuni Warga Terdampak
Mataraman  Jum'at, 22-05-2020 | 23:06 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Pembagian paket sembako di Jombang nyaris dihentikan panitia. Pasalnya warga penerima bantuan hasil urunan warga tidak patuh jaga jarak aman. Paket sembako tersebut di himpun dari sumbangan warga dan perangkat desa agar untuk warga terdampak yang tidak mendapat program bantuan dari pemerintah. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Sebanyak 300 warga terdampak covid-19 memenuhi gedung pertemuan Desa Ngoro Kecamatan Ngoro, Jombang. Mereka menunggu antrean mendapatkan pembagian paket sembako. Warga terus bergerombol dan merangsek ke meja petugas yang membagi.

Aparat keamanan, tokoh masyarakat dan perangkat desa berusaha menenangkan warga agar tidak bergerombol dan tetap menjaga jarak.  Warga juga diminta tidak berdesakan maju ke meja patugas. sebab seluruh warga yang telah mendapatkan nomer urut dipastikan mendapatkan pembagian.

Linda salah satu penerima mengaku, tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Suaminya yang bekerja sebagai servis hp juga sepi pesanan. Sehingga paket sembako berisi beras, minyak, gula, biskuit dan mie instant  yang diterimanya  sangat membantu meringankan beban saat pandemi corona.

Sementara itu Edi Wijaya Kades Ngoro menjelaskan sembako yang dibagikan kepada warga, dihimpun dari sumbangan  warga desa Ngoro yang  mampu. Sedangkan penerima bantuan khusus warga yang tidak masuk dalam daftar penerima berbagai program bantuan dari pemerintah.

Pembagian paket sembako rencananya bukan hanya sekali saja melainkan berkelanjutan. Sebab dana yang dihimpun dari para dermawan kini jumlahnya cukup besar. (pul)





Berita Terkait

Tidak Masuk Bansos Pemerintah,Warga Urunan Santuni Warga Terdampak
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  13 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  14 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  12 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber