Berita Terbaru :
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
   

Jasa Penukar Uang Masih Diminati, Sehari Bisa Menghabiskan Rp 50 Juta
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 22-05-2020 | 15:06 wib
Reporter : Samsul Alim
Jasa penukaran uang jelang perayaan hari raya idul fitri mulai ramai di kawasan Kabupaten Bojonegoro. Pecahan uang bervariatif mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu. Foto Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Setiap menjelang hari haya idul fitri, jasa penukaran uang menjamur di Kabupaten Bojonegoro. Banyak masyarakat hendak menukarkan uang untuk dibagikan saat hari raya idulfitri, membuat jasa penukaran uang laris.

Jasa penukaran uang yang tersebar di sejumlah jalan di Kabupaten Bojonegoro laris diserbu para warga yang hendak merayakan lebaran. Uang pecahan mulai Rp 2.000 hingga Rp 20.000 sebanyak puluhan juta rupiah bisa habis dalam sehari.

Salah seorang penyedia jasa penukaran uang, Munir mengatakan sudah hari Selasa lalu menyediakan jasa penukaran uang di utara alun-alun. Meski tidak dihitung secara pasti, setiap harinya ia bisa menghabiskan sampai Rp 50 juta.

"Dalam sehari pecahan uang Rp 2.000 dan Rp 5.000 yang paling cepat habis, sementara untuk pecahan Rp 20.000 paling sedikit peminatnya," kata Munir.

Memang warga memilih pecahan uang yang lebih kecil lantaran lebih banyak jika dibagikan kepada anak-anak pada saat lebaran.

Lebih lanjut, Munir mengatakan untuk setiap penukaran uang sebanyak Rp 100.000, dibebankan untuk membayar jasa Rp 10.000. Penghasilannya dari membuka jasa penukaran uang pun lumayan, meskipun harus berbagi keuntungan dengan orang lain.

Menurut Munir, adanya pandemi covid-19 sedikit berdampak terhadap masyarakat yang menggunakan jasanya. Pada tahun-tahun sebelumnya ia mampu menghabiskan Rp 100 juta dalam satu hari. Namun dalam kondisi ini ia hanya mampu menghabiskan paling banyak Rp 50 juta dalam satu hari.

Sementara itu, salah seorang warga Bubulan, Sutopo mengaku memilih jasa penukaran di jalanan karena BI tidak membuka jasa penukaran uang. Selain itu, Ia menukarkan uang dengan alasan sebagai antisipasi jika tetangga atau sanak keluarganya datang ke rumahnya untuk bersilaturahim.

"Ini sebagai antisipasi saja jika ada tetangga ataupun sanak keluarga terdekat silaturahim dan bukan untuk keluarga jauh. Karena dari pemerintah juga sudah menghimbau untuk menunda mudik," kata Sutopo. (pul)

Berita Terkait

Jasa Penukar Uang Masih Diminati, Sehari Bisa Menghabiskan Rp 50 Juta

Tukar Uang Baru, Warga Rela Antri Berjam - Jam
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  14 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  15 jam

Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  2 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber