Berita Terbaru :
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
   

Penghina Perawat di Media Sosial Akhirnya Ditangkap
Hukum  Jum'at, 22-05-2020 | 14:28 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Pelaku yang menghina perawat melalui komentar di media sosial facebook, akhirnya ditangkap tim buru sergap Satreskrim Polres Probolinggo Kota usai menjalani karantina selama 14 hari.

Sugiono (25) warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, harus bertanggung jawab atas perbuatannya menghina profesi perawat dalam komentar di media sosial facebook.
 
Usai menjalani karantina selama 14 hari di kantor desanya, yang bersangkutan akhirnya ditangkap tim buru sergap Satreskrim Polres Probolinggo Kota.
 
Dengan wajah tertunduk lesu, Sugiono kuli bangunan yang bekerja di Sidoarjo ini, hanya bisa pasrah saat polisi menggelandangnya.
 
Dihadapan polisi, Sugiono sebelumnya nekat berkomentar tidak pantas yang ditujukan kepada perawat, karena kesal. Sebab saat pulang ke kampung halaman justru dihadiahi karantina selama 14 hari.
 
"Menyesal telah melakukan ujaran kebencian khususnya ke perawat, saya rela jika mendapatkan hukuman menjadi relawan covid 19 di Kabupaten Probolinggo," kata Sugiono.
 
Sementara itu menurut AKP Heri Sugiono, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli bahasa dan saksi ahli infornasi transaksi elektronik terkait masalah ini.
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat undang-undang informasi transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Probolinggo, melaporkan pemilik akun facebook bernama Cong Gion ke polisi dengan tuduhan ujaran kebencian dengan menghina profesi perawat di media sosial facebook. (pul)

Berita Terkait

Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19

Penghina Perawat di Media Sosial Akhirnya Ditangkap

Para Medis Sangat Rentan Menjadi Pasien Covid 19

Perawat dan Dokter di Surabaya Meninggal Berturut-Turut Akibat Covid-19
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  8 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  4 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber