Berita Terbaru :
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambakan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
   

Stigma Negatif Tentang ODP Bisa Picu Depresi
Metropolis  Jum'at, 22-05-2020 | 06:16 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Nasib para Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berada di dalam lingkup perkampugan memang cukup memprihatinkan. Bahkan dampak dari status ODP tersebut, tak jarang mereka juga dikucilkan oleh warga sekitar yang khawatir akan penularan statusnya, meski hasilnya pun belum tentu positif covid-19. Tidak jarang beban odp dan sanksi sosial tersebut bisa memperburuk keadaan hingga sang ODP mengalami depresi.

Unik Rahayu dan keluarganya yang tinggal di Jalan Gubeng Kertajaya Surabaya inilah, satu dari sekian banyak warga yang berstatus orang dalam pemantauan dimana status tersebut didapat karena ketidak sengajaan.

Status ODP disandang ibu tiga anak itu, setelah sang suami Zen Arifin yang berusia 64 tahun, yang memang mempunyai riwayat penyakit kanker prostat selama kurun waktu dua tahun terakhir, meninggal di rumah sakit sebelum hasil tes Swab keluar.

Karena meninggal sebelum hasil tes Swab Keluar, Zen Arifin akhirnya mendapat predikat PDP atau pasien dalam pemantauan yang akhirnya dimakamkan dengan protokol covid-19.

Dari situlah, status ODP Unik Rahayu dan keluarganya muncul, karena dianggap orang yang berhubungan langsung dengan pasien PDP secara otomatis akan menyandang status ODP.

Kesedihan keluarga Unik Rahayu tidak berhenti sampai disitu. Bahkan, dirinya harus menghadapi sanksi sosial hingga dikucilkan oleh para tetangga dan warga sekitarnya.

Para tetangganya pun takut setelah mendengar kabar meninggalnya suami dari Unik Rahayu tersebut. Bahkan bendera palang merah yang selalu menjadi simbol ketika ada warga meninggal pun, tidak diberikan oleh pihak RT setempat dengan dalih, takut akan status ODP dan berdalih akan memicu kerumunan warga.

Meski hati merasa hancur, Unik Rahayu pun berusaha untuk tetap tegar, dengan berusaha mengejar hasil tes Swab suaminya. Setelah lebih dari 7 hari menunggu, akhirnya hasil tes Swab suaminya keluar dan ternyata dinyatakan negatif.

Meski sedikit lega, namun unik rahayu dan keluarga tetap menanggung sanksi sosial. Karena sejak awal, warga sekitar tempat tinggalnya tetap menyangka bahwa suaminya meninggal dengan status PDP covid-19.

Sementara itu, Rossy Miselina selaku pengamat sosial, mengatakan fenomena ini memang banyak terjadi di kalangan masyarakat. Tidak jarang beban warga yang menyandang status ODP dengan memikul sanksi sosial dikalangan masyarakat sekitar, bisa semakin memperburuk keadaan.

Kecemasan yang berlebihan dan tingkat stress yang tinggi dampak dari perlakuan warga tersebut, akan berdampak luar biasa hingga sang ODP mengalami depresi.

Rossy Miselina menambahkan, untuk mencegah kemungkinan buruk dampak dari sanksi sosial warga dan tetangga, support keluarga menjadi formulasi ampuh untuk mencegah kemungkinan terburuk, ODP yang mendapat sanksi sosial dari warga sekitar terbebas dari depresi. (yos)

Berita Terkait

Stigma Negatif Tentang ODP Bisa Picu Depresi

Aplikasi Satu Tombol Bisa Mendeteksi Warga Yang ODP dan PDP

ODP Pulang Dari Malaysia Meninggal, Dimakamkan Stadar Covid-19

RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  13 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  14 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  12 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber