Berita Terbaru :
Jokowi Minta Tambakan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
   

Polemik Pengelolaan Masjid Sunan Ampel Berujung Penyegelan Kampus Stibada Masa
Pendidikan  Kamis, 21-05-2020 | 19:00 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Polemik pengelolaan kawasan religi Masjid Sunan Ampel Surabaya, berujung dengan penyegelan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah (Stibada Masa) oleh oknum yang mengaku sebagai pengurus sah Masjid Ampel. Atas penyerobotan ini, pihak yayasan Masjid Agung Sunan Ampel akan menempuh jalur hukum.

Aksi penyegelan paksa kampus Stibada Masa, diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pengurus sah, Masjid Sunan Ampel. Kampus tersebut ditutup setelah terjadi adanya polemik antara pengurus yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dengan pengurus baru yang mengaku sebagai yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja.

Ahmad Hifni, pengawas yayasan dan direktur Stibada Masjid Agung Sunan Ampel , menjelaskan, untuk menyelamatkan aset-aset dari oknum yang ingin menguasai kawasan religi masjid sunan ampel, sejumlah pengurus yayasan Masjid Agung Sunan Ampel akhirnya menggambil langka hukum.

Karena selama ini memang ada dua pengelola yang mengurusi seluruh operasional Masjid Sunan Ampel, dan terjadi sejak tahun 2016 lalu. "Akan tetapi, tiba-tiba muncul yayasan baru pada 2019 yang ingin menyerobot atas pengelolaan Masjid Agung Sunan Ampel, hingga adanya penyegelan kampus Stibada Masa, pada rabu sore kemarin," jelas Ahmad Hifni.

Sementara itu, Bachrul Amiq, selaku kuasa hukum yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, menegaskan, setelah ini akan mendatangi pihak yayasan baru untuk melakukan islah. Namun apabila tidak menemui kata mufakat, terpaksa akan menempuh jalur hukum.

Pihak Stibada juga akan mengembalikan lagi kepada pihak yayasan dan para sesepuh untuk menyikapi kejadian ini, karena pada awalnya mendirikan Stibada selain untuk ikhtiar menambah income yayasan, juga sebagai wadah untuk meneruskan dakwah Sunan Ampel di bidang pendidikan. (yos)



Berita Terkait

Polemik Pengelolaan Masjid Sunan Ampel Berujung Penyegelan Kampus Stibada Masa
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  12 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  13 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  11 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber