Berita Terbaru :
Warga Temukan Situs Sejarah Saat Hendak Tanam Pisang
Hasil Penyidikan, Praktek Dukun Cabul Bertarif Rp 300 Ribu
Musim Kemarau, Permintaan Pembuatan Sumur Meningkat
Satlantas Polres Tuban, Gelar Operasi di Pasar Tradisonal
PBVSI Mastekno Proliga Ke 20 Akan Digelar Lebih Cepat
Hari Ini di Lamongan Empat Pasien Covid 19 Meninggal Dunia
Peringatan HUT RI ke 75, Banyak Diskon Tiket Kereta Api
Mulan Tayang Bukan di Bioskop, Streaming Eksklusif di Disney
Tidak Sekedar Ulang Tahun, Begini Agenda Cia Tanggal 17 Agustus Nanti
Keluarga Suspek Covid 19 Gagal Jemput Paksa Jenazah
Semangat, Kakak-Adik Berkebutuhan Khusus Ini Belajar Sambil Kerja Tambal Ban
Ancang-Ancang Hadapi Resesi, Pengusaha: Tetap Harus Investasi
Pemkab Sidoarjo Akan Memberlakukan Belajar Tatap Muka Dengan Protokol Kesehatan Ketat
Tidak Ingin Menabah Beban Orang Tua, Puluhan Siswa Belajar di Posko Polisi
Takmir Masjid Kena Tipu Sales Cat Tembok Palsu
   

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Metropolis  Kamis, 21-05-2020 | 12:00 wib
Reporter : Mohammad Amin
Berita Video : Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Gresik pojokpitu.com, Karena merasa tak puas atas sikap Camat Duduksampeyan terkait bantuan jaring pengaman sosial APBD Gresik, akhirnya kades dan warga Desa Gredek melakukan aksi demo di kantor kecamatan.

Reaksi Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar langsung kaget, saat mengetahui desanya ditolak dalam membagian bantuan jaring pengaman sosial, dari anggaran APBD Kabupaten Gresik. Aksi dilakukan karena  sudah berkali kali melakukan revisi, tapi hasilnya tidak memuaskan.

Kades mengusulkan 153 KK , tapi yang dikategorikan layak hanya  125 KK. Hal itu sudah disetorkan ke pihak kecamatan untuk di teruskan ke Bapeda. Untuk mendapatkan bantuan 600 ribuan, selama 3 bulan mendatang. "Tapi kenyataanya warga Gredek, hingga kini masih belum bisa kenikmatan bantuan tersebut," kata Bahrul.

Suropadi, Camat Duduksampeyan yang sebelumnya berjanji mau memberikan konfirmasi, tiba tiba membatalkan. Dan hanya menuding bahwa itu bukan kesalahan dirinya tapi kesalahan pihak bapeda.

Dana jaring pengaman sosial atau JPS covid-19 dari APBD Kabupaten Gresik senilai Rp 210 miliar, mulai dicairkan pada hari Rabu (20/5) kemarin. Namun, dari total 330 desa dan 26 kelurahan, 14 desa dinyatakan tidak menerima JPS lantaran tidak mengusulkan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Berita Terpopuler
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Peristiwa  13 jam

Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
Politik  16 jam

Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam

Berawal Ketangkap Mencuri Ponsel Disebuah Salon, Ternyata Pelaku Juga Seorang Cu...selanjutnya
Malang Raya  12 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber