Berita Terbaru :
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
Bahu Jalan Raya Ranuyoso Ambrol
Pasien Positif Corona di Pacitan Bertambah Saat Persiapan Skema New Normal
Dinsos Perketat Seleksi Penerima Bantuan di Masa Pandemi
Usai Kegitan Pelantikan Pengawas Dindik Provinsi Jatim, 4 Kepsek di Pacitan Akan Jalani Swab
Masyarakat Buka Dapur Umum Bagi Keluarga Pasien Terkonfrim Positif Covid 19
Ada 1646 Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Gagal Berangkat
Aniaya Sopir, Petugas Amankan Belasan Anak Punk
Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
   

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Metropolis  Kamis, 21-05-2020 | 12:00 wib
Reporter : Mohammad Amin
Berita Video : Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Gresik pojokpitu.com, Karena merasa tak puas atas sikap Camat Duduksampeyan terkait bantuan jaring pengaman sosial APBD Gresik, akhirnya kades dan warga Desa Gredek melakukan aksi demo di kantor kecamatan.

Reaksi Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar langsung kaget, saat mengetahui desanya ditolak dalam membagian bantuan jaring pengaman sosial, dari anggaran APBD Kabupaten Gresik. Aksi dilakukan karena  sudah berkali kali melakukan revisi, tapi hasilnya tidak memuaskan.

Kades mengusulkan 153 KK , tapi yang dikategorikan layak hanya  125 KK. Hal itu sudah disetorkan ke pihak kecamatan untuk di teruskan ke Bapeda. Untuk mendapatkan bantuan 600 ribuan, selama 3 bulan mendatang. "Tapi kenyataanya warga Gredek, hingga kini masih belum bisa kenikmatan bantuan tersebut," kata Bahrul.

Suropadi, Camat Duduksampeyan yang sebelumnya berjanji mau memberikan konfirmasi, tiba tiba membatalkan. Dan hanya menuding bahwa itu bukan kesalahan dirinya tapi kesalahan pihak bapeda.

Dana jaring pengaman sosial atau JPS covid-19 dari APBD Kabupaten Gresik senilai Rp 210 miliar, mulai dicairkan pada hari Rabu (20/5) kemarin. Namun, dari total 330 desa dan 26 kelurahan, 14 desa dinyatakan tidak menerima JPS lantaran tidak mengusulkan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  6 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  3 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  3 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  1 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber