Berita Terbaru :
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambakan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
   

Dilecehkan di Akun FB, Perawat Probolinggo Lapor Polisi
Hukum  Rabu, 20-05-2020 | 14:10 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Dilecehkan oleh pemilik akun facebook sekaligus peserta karantina desa covid 19, sejumlah perawat di Kabupaten Probolinggo pada Rabu (20/5) siang melapork ke kantor polisi setempat. Dengan tuduhan ujaran kebencian di media sosial.

Anggota persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Probolinggo mendatangi kantor Polres Probolinggo Kota, untuk melaporkan pemilik akun facebook atas nama Cong Gion. Dengan tuduhan pelecehan profesi perawat. Dalam facebook yang dikomentarinya, berisi perawat sok jadi pahlawan, bahkan ada kata-kata menghina profesi perawat.

Atas dasar itulah, sejumlah perawat melaporkan pemilik akun tersebut. Sebenarnya pemilik akun sudah meminta maaf melalui unggahan status, hanya saja proses hukum tetap berlanjut.

Menurut Sugianto, wakil ketua PPNI Kabupaten Probolinggo, pemilik akun facebook atas nama Cong Gion atau di KTP bernama Sugiono. Daat ini tengah melakukan karantina di Balai Desa Muneng Kecamatan Sumberasih. Entah apa yang mendasari yang bersangkutan sampai komentar tidak pantas ke perawat.

Sementara itu menurut AKP Heri Sugiono, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, pihaknya memeriksa saksi-saksi dan akan berkoordinasi dengan ahli IT dan ahli tata bahasa.

"Jika terbukti bersalah yang bersangkutan dijerat undang-undang informasi transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Akp Heri.

Petugas berharap warga lebih bijak lagi dalam bermedia sosial dan berfikir beberapa kali dalam mengunggah status atau yang lainnya. (pul)

Berita Terkait

Penghina Perawat di Media Sosial Akhirnya Ditangkap

Para Medis Sangat Rentan Menjadi Pasien Covid 19

Perawat dan Dokter di Surabaya Meninggal Berturut-Turut Akibat Covid-19

Perawat RSU Dr Soewandhi Meninggal Dunia Akibat Covid 19
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  12 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  13 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  11 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber