Berita Terbaru :
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
Bahu Jalan Raya Ranuyoso Ambrol
   

Roker Gaek Sebut Umat Manusia akan Binasa Jika Tak Bekerja Sama dan Terus Termakan Propaganda
Infotainment  Senin, 18-05-2020 | 04:05 wib
Reporter :
Roger Waters. Foto: REUTERS
pojokpitu.com, Musikus gaek Roger Waters punya analisis kritis soal pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19). Penulis lagu yang juga pembetot bas di Pink Floyd itu menganggap virus corona merupakan alarm bagi umat manusia untuk menyadari kehidupan yang sedang menuju kebinasaan.

Waters mengatakan, umat manusia akan binasa jika tak menolak sistem ekonomi yang tak adil dan perang propaganda melalui media. Menurutnya, umat manusia harus bekerja sama.

"Jelas apa yang COVID-19 telah tunjukkan kepada kita semua adalah untuk menghadapi musuh bersama ini, seperti virus ganas, kita perlu bekerja sama, bertindak bersama sebagai komunitas global," ujarnya kepada Russian Today.

"Kita menuju jurang omnicidal (kemusnahan spesies manusia, red) kehancuran segala hal. Jadi apakah ini menjadi wake-up call? Saya harap begitu," sambungnya.

Musikus asal Inggris itu juga mengkritisi ekonomi neoliberal yang menurutnya ibarat gajah di dalam ruangan. Arti ungkapan itu adalah ada masalah yang begitu besar tetapi orang-orang mengabaikannya.

Menurut Waters, kerja sama yang diperlukan umat manusia hampir mustahil terwujud jika dikendalikan oleh motif memperbesar keuntungan perusahaan yang menjalankan negara.

Pesohor kelahiran itu 6 September 1943 itu menyoroti beberapa negara yang merespons pandemi dengan mencetak miliaran bahkan triliunan dolar yang kemudian dibagikan kepada pihak-pihak pemilik koneksi politik yang baik.
Untungnya, kata roker veteran itu, internet telah menghancurkan batasan media arus utama, sehingga memungkinkan komunitas orang-orang yang punya ketertarikan sama akan hak asasi dan kebenaran untuk tumbuh dan berkembang.

"Titik fokus utama dari perbincangan kita adalah bagaimana memerangi mesin propaganda besar sekali yang telah meyakinkan saudara dan saudari kita bahwa ini normal," katanya.(RT/ara/jpnn/pul)

Berita Terkait

Roker Gaek Sebut Umat Manusia akan Binasa Jika Tak Bekerja Sama dan Terus Termakan Propaganda

Program Go International di RPJMD Kota Batu Menuai Kritik

Ini Harus Ditaati, Broker Properti Diwajibkan Bersertifikat
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  7 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  4 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber