Berita Terbaru :
Hadapi New Normal, Warga Lakukan Simulasi Penanganan Pasien Covid
Pandemi Covid Berimbas Penjualan Janur di Lamongan
Pasca Lebaran Harga Daging Meroket Capai Rp 140 Ribu Per Kilo
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Laka Laut Kapal Penyebrangan Pulau Gili Ketapang, Muatan Ikan Tenggelam
Drainase Jelek, Pabrik PSI Disidak Bupati
Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
LPT Unair Berhenti Layani Pemeriksaan Spesimen 14 Hari Ke Depan
Terseret Banjir Kali Lamong Dua Orang Meningal Dunia
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
New Normal Tak Pengaruhi Pembelajaran Praktikum Mahasiswa FK
Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Tim Labfor Olah TKP Lokasi Kejadian Tewasnya 2 Bocah Dalam Mobil
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
   

Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Meningkatkan Kematian Akibat Corona?
Life Style  Senin, 18-05-2020 | 01:04 wib
Reporter :
Foto dok pojokpitu.com
Jakarta pojokpitu.com, Para peneliti telah menemukan korelasi kuat antara kekurangan vitamin D dengan tingkat kematian akibat corona atau COVID-19. Tim peneliti yang dipimpin oleh Northwestern University, menganalisis data dari rumah sakit dan klinik di seluruh Tiongkok, Prancis, Jerman, Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.

Pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian COVID-19 yang tinggi, seperti Italia, Spanyol dan Inggris ternyata memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah di tubuh mereka

Para peneliti juga menemukan korelasi kuat antara kadar vitamin D dan badai sitokin, yang merupakan kondisi hiperinflamasi yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

"Badai sitokin ini bisa sangat merusak paru-paru yang menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut dan kematian pada pasien," kata Ali Daneshkhah, rekan penelitian pascadoktoral di McCormick School of Engineering Northwestern, seperti dilansir laman MSN, Selasa (12/5).

"Inilah yang tampaknya menjadi penyebab kematian pada sebagian besar pasien COVID-19," jelas Daneshkhah.

Namun, para peneliti juga memperingatkan agar Anda tidak begitu saja mengonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan.

Para ilmuwan mengatakan mereka perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana vitamin D bisa digunakan untuk mengatasi komplikasi akibat COVID-19.(fny/jpnn/pul)

Berita Terkait

Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Meningkatkan Kematian Akibat Corona?

Badan Pengawas Obat Uni Eropa: Jangan Gunakan Obat Malaria untuk Pasien Covid-19

Pemerintah Indonesia Lakukan Tes Massal Cara Cepat Deteksi Penyebaran Virus
Berita Terpopuler
Klaster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  7 jam

Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Peristiwa  9 jam

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Peristiwa  4 jam

Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim...selanjutnya
Covid-19  8 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber