Berita Terbaru :
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
Bahu Jalan Raya Ranuyoso Ambrol
Pasien Positif Corona di Pacitan Bertambah Saat Persiapan Skema New Normal
   

Pandemi Covid-19 Menuntut Peternak Sapi Perah Berinovasi
Icip - Icip  Minggu, 17-05-2020 | 20:04 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Pandemi covid-19 berdampak pada peternak susu sapi perah di Kabupaten Madiun. Bahkan penjualan susu segar dari produsen sempat menurun, sehingga diharuskan memutar otak untuk dapat mengolah susu segar menjadi berbagai minuman yang bervariatif.

Peternak sapi perah itu di Desa Kresek Kecamatan Wungu,  Kabupaten Madiun. Di tengah pandemi virus covid 19,  mereka yang tergabung dalam kelompok ternak Nedyo Rayahu,  mengalami permintaan susu menurun lebih dari 50 persen .  Padahal setiap harinya seekor sapi perah mampu menghasilkan 20 liter susu segar. 

Kuswanto yang memiliki sebanyak 4 ekor sapi perah, setiap hari mampu menghasilkan 80 liter susu segar. Maka berbagai macam upaya perlu dilakukan, mulai dengan cara jemput bola, hingga menjual susu segar melalui online .

Kuswanto bersama istrinyapun harus memutar otak dan berinovasi agar susu segar tetap laku dipasaran. Beberapa inovasi yang dilakukan yakni mengolah susu segar menjadi berbagai macam olahan. Mulai dari susu beraneka macam rasa , yogurt , dan keju .

Beberapa bulan terakhir, permintaan susu segar kepada kelompok ternak ini kembali normal. Masyarakat mulai kembali berminat untuk mengkonsumsi susu segar karena dipercaya sebagai penambah daya tahan tubuh. 

Kelompok ternak sapi perah Nedyo Rahayu ini, merupakan binaan Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun. (pul)

Berita Terkait

Pandemi Covid-19 Menuntut Peternak Sapi Perah Berinovasi

Target Kebutuhan Susu, Jatim Perlu Tambahan 30 Ribu Ekor Sapi Perah

Susu Sapi Asal Batu Jadi Buah Tangan Pengunjung di Libur Lebaran

Produksi Susu Sapi Pasuruan Tertinggi di Jatim
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  7 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  4 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber