Berita Terbaru :
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Masjid Al Muhajirin Gedangsewu Simpan Struktur Bangunan Utama Abad 19
Tempo Doeloe  Sabtu, 16-05-2020 | 08:23 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Masjid Al Muhajirin di Tulungagung, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lain pada umumnya, karena masjid tersebut, menggunakan bangunan utama yang berasal dari Masjid Jami Kota Tulungagung, yang dibangun pada pertengahan abad 19. Mimbar yang berada dalam masjid ini, juga mengandung akulturasi kebudayaan Hindu dan Islam.

Masjid Agung Al Munawwar di Kota Tulungagung, setelah mengalami rehab total di awal tahun 90an, tampak berdiri megah dengan menaranya yang menjulang tinggi ke angkasa. Menggunakan perpaduan arsitektur Eropa dan Timur Tengah ini , saat direhab bangunan utama kunonya dipindah dan dibuatkan masjid baru dan diberi nama Masjid Al Muhajirin.

Bahkan ini Masjid Al Muhajirin di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, sekilas dilihat dari luar tampak tidak ada yang istimewa, seperti layaknya bangunan masjid baru. Namun saat memasuki bagian dalam masjid, interior yang berasal dari pertengahan abad 19 masehi akan membuat pengunjung terkagum.

"Semua interior Masjid Al Muhajirin ini merupakan bangunan utama Masjid Jamik Kota Tulungagung, yang saat ini bernama Masjid Agung Al Munawwar. Bangunan utama ini, dipindahkan karena Masjid Jamik Kota Tulungagung direnovasi total pada awal tahun 90-an," kata Agus Ali Imron, pemerhati sejarah.

Terdapat 4 tiang utama dan 12 tiang pendamping pada bangunan utama. Seluruh tiang berbahan kayu jati dengan ukiran khas sulur, yang banyak ditemukan pada masjid dengan corak Mataram Islam. Seluruh bahan kayu mulai dari tiang hingga atap juga masih terjaga keasliannya.

"Pada bagian atas hiasan yang terletak di bagian imam, terdapat inkripsi bertuliskan Arab yang menjelaskan tahun pembangunan Masjid Jami Kota Tulungagung. Dalam inskripsi tersebut, tertulis masjid dibangun pada hari Ahad Paing, tanggal 11 Syawal tahun 1262 hijriah , atau tahun 1847 masehi," ujarnya.

Pada bagian mimbar, juga berhiaskan kala makara, yang biasa ditemukan pada candi Hindu. Hal ini membuktikan adanya akulturasi kebudayaan Hindu dengan Islam pada masa tersebut . Hiasan kala makara ini mempunyai motif khas sulur. Dalam mimbar ini terdapat sebuah tongkat berbahan kuningan, yang digunakan oleh khotib saat memberikan khutbah pada salat Jumat .

"Di bulan Ramadhan ini, Masjid Al Muhajirin menjadi pusat kegiatan ibadah bagi umat muslim setempat. Selain menggelar shalat tarawih, masjid ini juga banyak digunakan oleh warga sekitar untuk beriktikaf pada malam hari . Suasana masjid yang tenang meskipun beredekatan dengan jalan raya , membuat khusyuk jemaaah masjid ini," tutur Muhamad Arifin , Remas Masjid Al Muhajirin Gedangsewu.

Masjid Jami Al Munawwar Tulungagung sendiri sudah mengalami beberapa kali renovasi . Bangunan utama masjid tersebut , dipindahkan ke Masjid Al Muhajirin dan saat ini masih terjaga keasliannya.(end)

Berita Terkait

Masjid Al Muhajirin Gedangsewu Simpan Struktur Bangunan Utama Abad 19
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  12 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  12 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  12 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber