Berita Terbaru :
Sistem Zonasi Akan Diterapkan Per Wilayah Kabupaten Kota
Meski Di Tengah Pandemi, Kanim Selesaikan Ribuan Paspor Haji
PT KAI Daop 8 Surabaya Rumuskan Pedoman Antisipasi New Normal
Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Aduh Uber Menghancurkan Ribuan Sepeda Listrik, Kenapa?
Amankah Pemanis Buatan untuk Penderita Diabetes?
Rumah Milik Warga di Ponorogo Nyaris Roboh
RSUD dr Mohamad Saleh Gunakan Aferisis Untuk Terapi Pasien Covid 19
Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
   

WHO Isyaratkan Corona Tak Akan Pernah Hilang, Perang Masih Panjang
Kesehatan  Kamis, 14-05-2020 | 08:52 wib
Reporter :
Foto dok pojokpitu.com
JENEWA pojokpitu.com, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kembali menyerukan pentingnya upaya masif dalam menanggulangi pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19).

Lembaga internasional yang bermarkas di Jenewa, Swis itu menganggap virus corona yang memicu COVID-19 berpotensi menjadi endemik sebagaimana human immunodeficiency virus (HIV).

"Virus ini mungkin hanya menjadi sebuah virus endemik lain dalam komunitas kita, dan virus ini tidak akan pernah hilang," ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael J Ryan dalam briefing Jenewa, Swiss, Rabu (13/5).

Ahli epidemiologi itu mengatakan, sangat penting untuk bersikap realistis. Menurutnya, tak ada seorang pun yang bisa memprediksi kapan penyakit itu berlalu.

"Tidak ada janji-janji dalam hal ini dan tidak ada tanggal. Penyakit ini mungkin bertahan lama, mungkin juga tidak," sambungnya.

Namun, Ryan meyakini wabah itu bakal bisa dikendalikan, meski hal tersebut membutuhkan upaya besar. Hanya saja, pakar kesehatan masyarakat asal Irlandia itu juga menekankan pentingnya kontrol yang sangat signifikan dalam rangka menurunkan risiko baik di tingkat nasional, regional dan global.

Memang saat ini sudah lebih dari 100 vaksin yang telah dikembangkan. Namun, para ahli masih kesulitan menemukan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menambahkan, kunci keberhasilan mengatasi pandemi itu pada semua orang. "Ini menjadi urusan siapa saja dan kita semua harus berkontribusi menghentikan pandemi ini," katanya.
Sementara Uni Eropa telah mendorong pembukaan perbatasan yang sempat ditutup gara-gara pandemi COVID-19. Perserikatan dengan anggota 27 negara Eropa itu beranggapan bahwa belum terlambat untuk menyelamatkan wisata musim panas dengan menjaga orang-orang tetap aman.

Namun, ahli epidemiologi WHO Maria van Kerkhove menyatakan bahwa upaya menanggulangi pandemi COVID-19 masih membutuhkan waktu. "Kita harus masuk ke dalam pola pikir bahwa untuk keluar dari pandemi ini membutuhkan waktu," katanya.(REUTERS/ara/jpnn/pul)

Berita Terkait

Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis

Kolonel Yuri Beri Peringatan, Jangan Kembali ke Jakarta

Kimiskinan dan Minimnya Edukasi Sebabkan Angka Kematian Covid-19 Tinggi

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jatim Mencapai 1.858
Berita Terpopuler
Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  9 jam

Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Peristiwa  3 jam

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Peristiwa  8 jam

RSUD dr Mohamad Saleh Gunakan Aferisis Untuk Terapi Pasien Covid 19
Teknologi  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber