Berita Terbaru :
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

WHO Isyaratkan Corona Tak Akan Pernah Hilang, Perang Masih Panjang
Kesehatan  Kamis, 14-05-2020 | 08:52 wib
Reporter :
Foto dok pojokpitu.com
JENEWA pojokpitu.com, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kembali menyerukan pentingnya upaya masif dalam menanggulangi pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19).

Lembaga internasional yang bermarkas di Jenewa, Swis itu menganggap virus corona yang memicu COVID-19 berpotensi menjadi endemik sebagaimana human immunodeficiency virus (HIV).

"Virus ini mungkin hanya menjadi sebuah virus endemik lain dalam komunitas kita, dan virus ini tidak akan pernah hilang," ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael J Ryan dalam briefing Jenewa, Swiss, Rabu (13/5).

Ahli epidemiologi itu mengatakan, sangat penting untuk bersikap realistis. Menurutnya, tak ada seorang pun yang bisa memprediksi kapan penyakit itu berlalu.

"Tidak ada janji-janji dalam hal ini dan tidak ada tanggal. Penyakit ini mungkin bertahan lama, mungkin juga tidak," sambungnya.

Namun, Ryan meyakini wabah itu bakal bisa dikendalikan, meski hal tersebut membutuhkan upaya besar. Hanya saja, pakar kesehatan masyarakat asal Irlandia itu juga menekankan pentingnya kontrol yang sangat signifikan dalam rangka menurunkan risiko baik di tingkat nasional, regional dan global.

Memang saat ini sudah lebih dari 100 vaksin yang telah dikembangkan. Namun, para ahli masih kesulitan menemukan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menambahkan, kunci keberhasilan mengatasi pandemi itu pada semua orang. "Ini menjadi urusan siapa saja dan kita semua harus berkontribusi menghentikan pandemi ini," katanya.
Sementara Uni Eropa telah mendorong pembukaan perbatasan yang sempat ditutup gara-gara pandemi COVID-19. Perserikatan dengan anggota 27 negara Eropa itu beranggapan bahwa belum terlambat untuk menyelamatkan wisata musim panas dengan menjaga orang-orang tetap aman.

Namun, ahli epidemiologi WHO Maria van Kerkhove menyatakan bahwa upaya menanggulangi pandemi COVID-19 masih membutuhkan waktu. "Kita harus masuk ke dalam pola pikir bahwa untuk keluar dari pandemi ini membutuhkan waktu," katanya.(REUTERS/ara/jpnn/pul)

Berita Terkait

Beredar Surat Edaran Galang Dana Dari Pegawai Untuk Covid-19

Dalam Sehari, Pasien Covid-19 yang Sembuh Naik Drastis 1.027 Orang

Jumlah Pasien Covid 19 Sembuh Semakin Banyak

Enam Petugas Kesehatan Terkonfrim Virus Corona Covid 19
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  7 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  5 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  4 jam

Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Kesehatan  2 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber