Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Imbas Corona, Produksi Batik di Pamekasan Turun Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 14-05-2020 | 00:14 wib
Reporter : Moh. Hasan
Perajin batik berharap kepada pemerintah ada solusi dan akses penjualannya. Foto Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah di kota-kota besar akibat wabah corona, berimbas langsung kepada perajin kain batik di Pamekasan.

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah di kota kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan kota lainnya memaksa toko-toko tutup sementara. Kondisi ini berimbas kepada perajin kain batik  di daerah. Termasuk perajin batik di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Menurut Ilzamuddin, pengusaha batik Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, produksi batik menurun hingga 75 persen dari biasanya. Dikarenakan tutupnya pertokokoan di kota -kota besar akibat dampak wabah virus corona atau covid-19.

Sebelum ada wabah covid-19, perajin batik biasanya mampu memproduksi batik sekitar 100-150 potong setiap bulan. Namun sekarang hanya bisa memproduksi 25 potong setiap bulan itupun kalau ada orderan melalui online.

Sepinya pembeli ini dirasakan oleh perajin  batik di Pamekasan sejak akhir bulan Maret. Paling terasa dampaknya kepada mereka pada bulan April dan Mei, karena  bersamaan dengan bulan suci ramadhan. Dimana mereka sangat membutuhkan biaya untuk menyambut hari raya idul fitri.

Para perajin batik berharap kepada pemerintah memberikan solusi atau akses pemasaran yang bagus di tengah adanya pandemi corona. (pul)

Berita Terkait

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik

Imbas Corona, Produksi Batik di Pamekasan Turun Drastis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Perajin Batik Masih Buka Pemesanan Secara Online

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  10 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  9 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  8 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber