Berita Terbaru :
Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Relawan Gas Satu Deklarasi Dukung Paslon 01
Wisata Religi di Bulan Maulid Dengan Mengunjungi Museum Rosulullah
Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Pandemi, Warga Sulap Atap Toko Menjadi Kebun Tanaman Hidroponik
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Usaha Tidak Terdampak Pandemi, Terus Alami Peningkatan Konsumen Timbang Tebu
Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Polisi Ungkap 10 Kasus Narkoba Dan Mengamankan Belasan Tersangka
Untuk Beli Susu Anak, Ojol Nekat Curi Sepeda Bermerek
Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
   

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS
Kesehatan  Rabu, 13-05-2020 | 14:56 wib
Reporter : Iman Pujiono
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Jakarta pojokpitu.com, Presiden Joko Widodo resmi mengeluarkan aturan terbaru guna menyelesaikan permasalahan keuangan di BPJS Kesehatan. Meski sebelumnya aturan kenaikan BPJS Kesehatan telah di tolak Mahkamah Agung, namun muncul Peraturan Presiden nomor 64/2020 tentang perubahan kedua atas perpres nomor 82/2018 tentang jaminan kesehatan.

Presiden Joko Widodo kembali meneken peraturan presiden menaikan kembali iuran BPJS kesehatan berlaku pada 1 Juli 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada pers secara virtualnya mengatakan, kenaikan iuran dilakukan untuk keberlangsungan operasional BPJS.

"BPJS Kesehatan diberikan khusus untuk dua golongan. Pertama, kelompok masyarakat yang disubsidi dan ada yang membayar sendiri," kata Airlangga Hartato

Adapun untuk iuran BPJS Kesehatan kelas 1 yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang dibayar oleh peserta PBPU dan peserta BP atau pihak lain atas nama peserta. Iuran kelas 2 yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan dibayar oleh peserta PBPU dan peserta BP atau pihak lain atas nama peserta dan  iuran kelas 3 sebesar Rp  menjadi Rp 35 ribu.  "Perpres menjelaskan ketentuan besaran iuran  kelas tiga  baru akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020," tambah Airlangga Hartato. (pul)

Berita Terkait

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS
Berita Terpopuler
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Malang Raya  11 jam

Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Malang Raya  10 jam

Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
Mlaku - Mlaku  12 jam

Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber