Berita Terbaru :
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
   

Makam Ulama Pendiri Agama Islam di Nganjuk
Sosok  Rabu, 13-05-2020 | 06:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Di Nganjuk ada seorang ulama besar pensyiar agam Islam pada masa Kerajaan Mataram Islam. Ulama yang juga menjadi bupati pertama di Nganjuk itu ialah Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusomo atau lebih dikenal dengan Kanjeng Jimat. Makam tokoh agama ini terletak di sebelah barat Masjid Al Mubarok di kawasan Kecamatan Brebek Nganjuk. Di makam ini juga ada Bupati Nganjuk yang kedua dan ketiga, dan sejumlah peninggalan barang - barang sejarah perjuangan ketiga ulama ini.

Makam Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusomo atau lebih dikenal dengan Kanjeng Jimat ini terletak di Desa Kacangan Kecamatan Brebek Kabupten Nganjuk, sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Nganjuk.

Di pintu masuk makam, anda akan disambut dengan dua patung macan putih sebagai simbul hewan peliharaan Kanjeng Jimat saat menyebarkan agama Islam. Pintu masuk makam sangat pendek sekitar 2 meter, hal ini ada pesan moral bahwa kita harus menundukkan kepala saat masuk kedalam makam para ulama.

Makam Kanjeng Jimat dibalut dengan kain warna biru bergaris kunig keemasan, di salah satu sisi pusara ada tiga payung susun tiga dari kain warna kuning keemasan. Di sisi timur makam ada tulisan Jawa dan Arab berisikan pesan pesan kebaikan yang ditulis oleh kanjeng jimat.

"Di samping sebagai ulama besar, Kanjeng Jimat juga sebagai Bupati Nganjuk pertama yang memimpin Nganjuk sekitar tahun 1745 dan meninggal pada 1766. Di sisi barat makam Kanjeng Jimat ada makam bupati kedua yaitu Raden Tumenggung Sosrodirjo, adik dari Kanjeng Jimat, yang menjabat sebagai Bupati Nganjuk pada tahun 1760, sementara di sisi timur ada makam Raden Tumenggung Sosrokusmo II, putra Kanjeng Jimat yang juga sebagai Bupati Nganjuk yang ketiga, yang menjabat sebagai bupati pada tahun 1831 hingga 1852," papar Sutrisno, Juru Kunci Makam Kanjeng Jimat. 

Di sekitar makam, ada sejumlah peninggalan sejarah dari Kanjeng Jimat, di antaranya gentong kuno berisikan air yang bersumber dari sumur peninggalan dari Kanjeng Jimat, yang konon sumur tidak pernah surut meski pada musim kekeringan.

"Air dari gentong ini selalu diperebutkan oleh para peziarah guna mendapatkan berhak dari ulama besar ini. Di depan makam ada sejumlah kendi kuno berukuran bahasa Jawa, yang berisikan air suci yang akan di minum oleh para peziarah. Namun pada masa pendemi corona ini, makam ditutup sementara, sehingga tidak nampak ada peziarah yang berkunjung," terangnya.

Sementara sejarah syiar agama Islam yang dilakukan oleh Kanjeng Jimat, bermula pada masa runtuhnya Majapahit atas serangan Kerajaan Demak membuat para penganut Hindu mengasingkan diri hingga ke Nganjuk.

Kuatnya pengaruh Hindu kala itu membuat beliau terketuk untuk mengenalkan ajaran agama yang dibawa Nabi Besar Muhammad SAW kepada rakyat Berbek.

"Dalam syiarnya, Kanjeng Jimat memadukan budaya Islam dengan pendekatan Hindu Budha, sehingga banyak umat Hindu Budha yang memeluk agama Islam, hingga pada tahun 1745 kenjeng jimat mendirikan masjid berornamen Hindu Budha di Kecamatan Berbek Nganjuk dengan diberi nama Masjid Al Mubarok," ujarnya lagi.

Hingga kini ketiga makam ulama ini, selalu terawat, dan selalu ramai oleh pengunjung baik pada hari hari biasa atau hari hari besar Islam.(end/WM:YAN)

Berita Terkait

Makam Ulama Pendiri Agama Islam di Nganjuk
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  13 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  14 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  12 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber