Berita Terbaru :
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambakan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
   

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Tempo Doeloe  Rabu, 13-05-2020 | 03:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Bangunan mirip dengan masjid cenghoo juga digunakan sebagai tempat mengaji santri dan shalat berjamaah. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Sebuah masjid memiliki bangunan unik lantaran berasitektur tionghoa. Masjid di dalam area pondok pesantren dibangun mirip dengan tempat ibadah umat tridharma atau klentheng.

Sekilas, Masjid Baitul Jalil di Dusun Bamban, Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, persis dengan masjid ceng hoo. Karena struktur bangunannya seperti dengan arsitektur tionghoa. Masjid yang berada di dalam area Pondok Pesantren Salafiyah, Syifaul Qulub juga mirip dengan klenteng, atau tempat ibadah tri dharma.

Kyai Masruh, Pengasuh Pondok Pesantren Syifaul Qulub mengaku sengaja membuat sebuah masjid yang unik, dengan nilai artistik, sehingga bernilai seni tinggi. "Karena kedekatan saya dengan komunitas tionghoa di Kecamatan Bangilan, kemudian berfikir mendirikan masjid dengan arsitektur tionghoa pula," kata Kyai Masruh.

Warna yang dipilih juga warna menyala, yaitu warna merah, kuning, dan hijau muda. Warna yang juga sama persis seperti warna sebuah bangunan klenteng. Bentuknya juga mirip dengan bangunan pagoda, di mana di bagian atapnya bertumpuk tumpuk. "Yang menandakan bahwa bangunan ini masjid, adanya kubah kecil di atap masjid, dan juga adanya tulisan Allah di atas kubah," kata Kyai Masruh.

Kemudian Kyai Masruh membentuk sisi dan sudut masjid ini menjadi sembilan bagian. Dimaksudkan seperti masuknya Islam di tanah Jawa, melalui para wali yang berjumlah sembilan. Tiang penyangga masjid di tiap sudut berjumlah 99 tiang yang melambangkan jumlah asmaul husna.

Setiap harinya, para santri juga menggunakan masjid ini untuk kegiatan mengaji, dan mendalami ilmu agama. Para santri di Pondok Pesantren Syifaul Qulub, berasal dari seluruh penjuru nusantara. Mulai dari berasal dari berbagai daerah di pulau jawa hingga Kalimantan dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  12 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  13 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  12 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber