Berita Terbaru :
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
Kapolres Malang Cek Kesiapan Bahan Material Pemungutan Suara
   

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Tempo Doeloe  Rabu, 13-05-2020 | 03:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Bangunan mirip dengan masjid cenghoo juga digunakan sebagai tempat mengaji santri dan shalat berjamaah. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Sebuah masjid memiliki bangunan unik lantaran berasitektur tionghoa. Masjid di dalam area pondok pesantren dibangun mirip dengan tempat ibadah umat tridharma atau klentheng.

Sekilas, Masjid Baitul Jalil di Dusun Bamban, Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, persis dengan masjid ceng hoo. Karena struktur bangunannya seperti dengan arsitektur tionghoa. Masjid yang berada di dalam area Pondok Pesantren Salafiyah, Syifaul Qulub juga mirip dengan klenteng, atau tempat ibadah tri dharma.

Kyai Masruh, Pengasuh Pondok Pesantren Syifaul Qulub mengaku sengaja membuat sebuah masjid yang unik, dengan nilai artistik, sehingga bernilai seni tinggi. "Karena kedekatan saya dengan komunitas tionghoa di Kecamatan Bangilan, kemudian berfikir mendirikan masjid dengan arsitektur tionghoa pula," kata Kyai Masruh.

Warna yang dipilih juga warna menyala, yaitu warna merah, kuning, dan hijau muda. Warna yang juga sama persis seperti warna sebuah bangunan klenteng. Bentuknya juga mirip dengan bangunan pagoda, di mana di bagian atapnya bertumpuk tumpuk. "Yang menandakan bahwa bangunan ini masjid, adanya kubah kecil di atap masjid, dan juga adanya tulisan Allah di atas kubah," kata Kyai Masruh.

Kemudian Kyai Masruh membentuk sisi dan sudut masjid ini menjadi sembilan bagian. Dimaksudkan seperti masuknya Islam di tanah Jawa, melalui para wali yang berjumlah sembilan. Tiang penyangga masjid di tiap sudut berjumlah 99 tiang yang melambangkan jumlah asmaul husna.

Setiap harinya, para santri juga menggunakan masjid ini untuk kegiatan mengaji, dan mendalami ilmu agama. Para santri di Pondok Pesantren Syifaul Qulub, berasal dari seluruh penjuru nusantara. Mulai dari berasal dari berbagai daerah di pulau jawa hingga Kalimantan dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  8 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  9 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  7 jam

Rektor UTM dan PTT Pemkab Bangkalan Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber