Berita Terbaru :
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
   

Jamaah Masjid Agung Banyuwangi Tadarus Menggunakan Al Quran Raksasa
Mlaku - Mlaku  Jum'at, 08-05-2020 | 03:07 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Tadarus atau membaca Al Quran menjadi salah satu ibadah utama di bulan ramadan. Nuansa tadarus di Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, nampak berbeda dari masjid lainnya. Di Masjid Agung kebanggaan warga kota paling ujung timur Pulau Jawa ini, jamaah bertadarus menggunakan Al Quran raksasa.

Al Quran raksasa memiliki  tinggi 2,1 meter dan lebar 1,5 meter. Tidak hanya itu, Al Quran raksasa memiliki bobot mencapai empat kwintal, termasuk sampul yang terbuat dari kayu.

Selama bulan ramadan, terdapat tujuh orang yang membaca Al Quran secara bergantian setiap malam. Serta ditambah dua orang, yang bertugas membuka lembaran Al Quran agar tidak rusak.

Setiap malam, mereka membaca tiga juz Al Quran. Meski lancar saat membaca kitab Al Quran ukuran biasa, tetapi saat membaca Al Quran raksasa butuh penyesuaian gerak mata dan mengenali bacaan huruf besar.

Menurut Ahmad Rifai, Koordinator Tadarus, Al Quran raksasa tersebut, dikenal dengan istilah ayat pojok. Dimana setiap tanda akhir ayat berada di pojok halaman sebagai tanda untuk mempermudah cara membacanya.

Para qori membaca secara bergantian. Sedangkan yang lain serta seorang hafidz atau penghafal Al Quran menyimak atau meneliti bacaan agar tidak ada kesalahan.

Al Quran raksasa ini dibuat dan ditulis tangan oleh Abdul Karim dari Pondok Pesantren Bustanul Makmur dengan memakan waktu selama enam bulan. Al Quran raksasa tersebut, dibuat pada tahun 2010 lalu. Pembuatnya menghabiskan 32 dus spidol dan 40 dus tinta kualitas terbaik.

Selain itu, Al Quran raksasa menggunakan kertas khusus yang didatangkan langsung dari Jepang. Lantaran istimewa, Al Quran hanya dikeluarkan untuk dibaca pada saat Bulan Ramadan saja dan diletakkan di lantai 2 Masjid  Baiturrahman.

Selama masa pandemi corona ini, pihak masjid memberlakukan physical distancing serta mewajibkan memakai hand sanitizer bagi jamaah yang akan melaksanakan salat taraweh dan tadarus. (pul)

Berita Terkait

Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka

Masjid Al Muhajirin Gedangsewu Simpan Struktur Bangunan Utama Abad 19

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban

Masjid Jamik Madegan, Masjid Dibangun Dalam Satu Malam
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  8 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  5 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  5 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber