Berita Terbaru :
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Di Tengah Pandemi Covid-19, Perajin Batik Masih Buka Pemesanan Secara Online
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 05-05-2020 | 00:12 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Menghindari betemu dengan konsumen dari luar daerah di tengah wabah covid-19, perajin batik di Bondowoso membuka pemesanan batik secara online. Selain mudah dan tidak bertatap muka, pemesan dapat memilih desain dan warna sesuai selera. Foto Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Wabah covid-19 yang terjadi sejak dua bulan ini, membuat sejumlah sektor usaha mengalami penurunan omset. Bahkan sebagian karyawannya harus dirumahkan. Di Bondowoso, usaha kerajinan batik juga sempat terganggu akibat wabah virus corona.

Pemilik usaha segera mencari cara agar gerai batiknya tetap berjalan melayani para konsumen. Seperti di Ijen Batik Desa Kemirian Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso yang saat ini membuka pemesanan via online percakapan media sosial. Sehingga pemesan tidak bertamu langsung. Karena rata-rata pemesan berasal dari luar daerah, zona merah covid-19, seperti Surabaya, Jakarta, Malang, Jember, hingga Palembang.

Pemesanan cara ini mempermudah konsumen untuk memilih motif dan warna batik. Diawali dari tawanan motif dan warna yang kemudian direvisi langsung melalui percakapan media sosial tersebut.

Menurut Andriyanto, perajin di Gerai Ijen Batik Tamanan, pihaknya harus bekerja ekstra karena banyak dari konsumen merevisi beberapa kali kain pesanannya dan tetap harus dikirim tepat waktu.

"Untuk proses packing harus melakukan beberapa langkah. Yakni menjemur kain batik, mengepak rapat kedap udara, kemudian diluarnya disemprotkan cairan disinfektan agar bakteri dan virus yang menempel mati," kata Andriyanto.

Meski harganya lebih mahal karena proses dilakukan cepat, sejumlah pemesan mengaku puas dengan sistem pesan batik secara online tersebut. (PUL)

Berita Terkait

Isi Libur Sekolah, Puluhan Siswa Belajar Membatik

Imbas Corona, Produksi Batik di Pamekasan Turun Drastis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Perajin Batik Masih Buka Pemesanan Secara Online

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber