Berita Terbaru :
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
Hipakad Jatim : Jika Aksi KAMI Adalah Makar , Maka Mestinya Diproses Hukum
Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Sutiaji: Tingkat Kedisiplinan Warga Untuk Pakai Masker Semakin Tinggi
   

Keunikan Masjid Dengan Arsitektur Istimewa di Tuban
Mlaku - Mlaku  Sabtu, 02-05-2020 | 00:10 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Dalam proses pendiriannya, tiang hanya ditarik dengan bambu tanpa bantuan alat berat. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Sebuah bangunan masjid unik berbeda dengan masjid pada umumnya berada di kabupaten Tuban. Masjid bertiang satu dengan tinggi 27 meter dan berdiameter 85 centimeter.

Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan, berada di Dusun Gomang, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Masjid yang terletak diatas bukit ini terbilang unik, jika dibanding dengan masjid pada umumnya.

Pasalnya, masjid yang dibangun pada tahun 1994, berada di lingkungan Pondok Pesantren Yayasan Wali Songo ini, hanya bertumpu pada satu tiang kayu jati besar. Tiang tersebut memiliki tinggi 27 meter dan berdiameter 85 centimeter.

Atas atap masjid juga tidak menggunakan kubah almunium seperti pada masjid pada umumnya. Kubahnya dihiasi dengan akar pohon jati. Setiap detail bangunan masjid berarsitektur istimewa dan mempunyai makna tersendiri.

Menurut Kh. Abraham Naja Pengasuh Pondok Wali 9, kayu jati setinggi 27 meter tersebut sebagai simbol Nabi Muhammad melakukan perjalanan isro dan miroj pada 27 bulan Rajab. Bentuk bangunan masjid memiliki lima pintu utama. Kelima pintu masjid tersebut sebagai simbol bahwa Nabi Muhammad menerima kewajiban ibadah sholat 5 waktu.

Jika bangunan dilihat dari depan, akan tampak tiang sebanyak empat buah, serta dilihat dari belakang juga bertiang empat. Sehingga dengan tiang utama sebagai penyangga jumlahnya ada sembilan tiang. Jumlah tersebut menggambarkan bahwa agama Islam masuk ke tanah Jawa melalui wali 9.

Awal mula proses pembangunan masjid ini terbilang diluar nalar manusia. Apalagi kayu 27 meter untuk masuk ke Dusun Gomang sangat sulit. Sebab, medannya yang berbelok belok dan naik turun. Terlebih lagi dalam mendirikan tiang utamanya sangat susah, karena tidak menggunakan bantuan alat berat, hanya menggunakan bambu.

"Berkat kekuatan Allah, tiang utama tersebut bisa berdiri tegak. Serta masjid bisa digunakan dimanfaatkan untuk syiar agama hingga sekarang ini," kata KH Abraham Naja.

Hingga kini, masjid yang berada di lingkungan Ponpes Wali Songo dikenal keunikannya. Masjid makmur karena menjadi tempat ibadah dan dakwah, bagi para santri Ponpes dan masyarakat sekitar. (pul)

Berita Terkait

Masjid Jamik Madegan, Masjid Dibangun Dalam Satu Malam

Masjid Tertua Ujung Timur Pulau Madura Tersimpan Banyak Karomah Waliyullah.

Keunikan Masjid Dengan Arsitektur Istimewa di Tuban

Masjid Tiban Masih Jadi Daya Tarik Warga dan Jadi Lokasi Berfoto Pengunjung
Berita Terpopuler
Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Peristiwa  6 jam

Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  5 jam

Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
Peristiwa  4 jam

Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Politik  3 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber