Berita Terbaru :
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan
Tempo Doeloe  Jum'at, 01-05-2020 | 08:12 wib
Reporter : Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Sekelompok pemuda dan anak-anak di Kabupaten Bojonegoro, memainkan meriam bambu saat bulan ramadhan. Mereka memainkan nya di tempat yang jauh dari pemukiman agar tidak mengganggu warga akibat suaranya yang keras, permainan meriam bambu sudah ada sejak dahulu dan hingga sekarang masih dimainkan saat bulan ramadhan.

Sekelompok pemuda warga Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, sedang sibuk menyiapkan meriam bambu yang akan digunakan saat menunggu waktu berbuka puasa.

Meriam bambu dengan panjang sekitar 1 meter tersebut, dibuat dari bambu ori yang memiliki kekuatan lebih dibandingkan bambu lainnya, selain itu suara meriam bambu ori juga sangat kencang.

Untuk memainkan meriam bambu mereka mencari lokasi di tempat yang jauh dari perumahan warga, selanjutnya mereka menyiapkan meriam bambu nya untuk dimainkan bersama.

Kemudian suara menggelegar dari ujung lubang meriam bambu, jika suara yang ditimbulkan sangat kencang maka mereka akan berteriak senang. Namun jika suara yang keluar sangat lemah atau macet mereka akan menertawakan, ya itulah yang justru menjadikan suasana begitu meriah.

Salah satu pemain meriam bambu, Oky Gunawan, menjelaskan, pembuatan meriam bambu tidak lah susah, hanya memotong bambu tua kemudian diberikan lubang kecil di pangkal bambu, untuk memainkannya dirinya hanya perlu memasukkan karbit dan sedikit air, baru kemudian meriam bambu siap dimainkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Heru, permainan meriam bambu ini dirasa sangat menyenangkan, sudah sejak kecil ia memainkan permainan ini saat bulan ramadhan tiba. "Biasanya para pemuda dan anak-anak memainkannya saat waktu menjelang sahur dan berbuka puasa," ujarnya.

Meriam bambu di Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu, sudah menjadi permainan yang tak akan ditinggalkan setiap bulan puasa tiba, pasalnya permainan tersebut memang sudah menjadi tradisi dan diwariskan secara turun-temurun. (yos)

Berita Terkait

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal

Gelorakan Dolanan Tradisional di Tengah Serbuan Permainan Online
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  10 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  9 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  8 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber