Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu
Rehat  Selasa, 28-04-2020 | 22:10 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Berbagai cara dilakukan umat muslim untuk menunggu waktu berbuka atau yang sering disebut ngabuburit. Kali ini, pemuda di Desa Kelutan, Kecamatan, Kabupaten Trenggalek, mengisi ngabuburit dengan bermain permainam tradisional yakni meriam bambu.

Para pemuda ini membawa bambu meriam ke tengah sawah, hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu warga sekitar karena sudah memilih lokasi yang jauh dari pemukiman.

Permainan meriam bambu kali ini dimainkan oleh 5 orang secara bergantian dengan sejumlah 3 bambu. Secara bergantian mereka mengisi air, memasukkan karbit, lalu memantik meriam bambu.
Dentuman yang keras bak meriam sungguhan, menjadi kesenangan tersendiri baga para pemuda tersebut.

Salah satunya Feri Pratama, menurutnya permainan tersebut cukup mengasyikkan, ia juga menjelaskan jika membuat meriam bambu tidak begitu susah.

Cukup menyediakan selonjor bambu ori yang kemudian dipotong hingga beberapa bagian. "Setelah itu dibuatkan lubang kecil di pangkal bambu untuk mengisi karbit, kemudian meriam bambu bisa segera dimainkan," jelas Feri.

Hal senada diungkapkan pula oleh Abdul Khafit,menurutnya, generasi muda sekarang harus bisa melestarikan tradisi nenek moyang. Seperti halnya permainan meriam bambu ini.

Ditambahkan Afit, permainan ini cukup menyenangkan.sudah sejak kecil ia memainkan meriam bambu ini. Permainan ini ia lakukan ketika memasuki bulan ramadan, setiap sore sambil menunggu adzan maghrib.namun saat ini peminatnya sudah tak seramai dulu. (yos)

Berita Terkait

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal

Gelorakan Dolanan Tradisional di Tengah Serbuan Permainan Online
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber