Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Istri Jadi TKI, Ayah di Blitar Setubuhi Anak Tiri
Mataraman  Selasa, 21-04-2020 | 11:20 wib
Reporter : Muhammad Imron Danu
Tersangka adalah Poniran (48) warga Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Foto: Muhammad Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Ditinggal istrinya jadi TKW, seorang suami di Kabupaten Blitar tega mencabuli anaknya. Aksi bejat tersebut dilakukan pelaku selama 3 tahun, pelaku mengancam tidak akan memberi uang saku, jika anaknya tidak mau melayani nafsu bejatnya.

Tersangka adalah Poniran (48) warga Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, aksi bejat pelaku sejak anaknya duduk dibangku kelas 4 SD.

Kasus pencabulan ini terbongkar, setelah korban bercerita kepada kakaknya sendiri. Kakak korban kemudian melaporkan ke Polres Blitar, dan petugas kemudian langsung menangkap pelaku, untuk diperiksa di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Mapolres Blitar.

Dihadapan petugas tersangka mengaku, tega mencabuli anaknya karena ditinggal istrinya menjadi TKW. Ia kemudian mencabuli anak tirinya karena terbawa hawa nafsu. Ia melakukan sudah beberapa kali di rumah, saat kondisi rumah sepi.

Wakapolres Blitar, Kompol Arif Kristianto, mengatakan, aksi bejat pelaku ini sudah berlangsung selama tiga tahun. "Mulai korban kelas empat sekolah dasar sampai kelas satu SMP," jelasnya.

Kini tersangka harus menpertanggung-jawabkan perbuatannya. Tersangka akan dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Istri Tak Mau Layani, Ayah Nekat Cabuli Anak Tiri

Setubuhi Gadis, Dua Pemuda Diringkus Polisi

Penjual Kopi Di Ponorogo Nekat Sodomi dan Cabuli 7 Anak di Bawah Umur

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber