Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona
Rehat  Kamis, 16-04-2020 | 17:27 wib
Reporter : Mohammad Imron Danu
Melalui hasil karyanya, mereka ingin menyampaikan pesan bahaya sekaligus pentingnya pencegahan penyebaran virus corona pada masyarakat luas. Foto Mohammad
Blitar pojokpitu.com, Kampanye mencegah penyebaran virus covid 19 terus digencarkan, seperti yang dilakukan oleh sekelompok penyandang disabilitas yang tergabung dalam yayasan rumah Kinasih Desa Kesamben Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Melalui seni membatik, sejumlah orang dengan kebutuhan khusus ini, membuat kain batik dengan motif virus corona.

Ide pembuatan kain batik dari rasa keprihatinan melihat masih rendahnya kesadaran warga untuk melakukan social distancing. Sehingga, kain batik dengan motif virus covid 19 ini, sengaja dipilih untuk menyampaikan pesan bahaya sekaligus pentingnya pencegahan penyebaran virus corona pada masyarakat luas.

Dalam kain batik ini, pola bentuk virus covid 19, juga sengaja dibuat saling berjauhan. Hal itu mengandung makna tentang edukasi kepada masyarakat agar selalu menerapkan jaga jarak sosial.

Meski baru dibuat dalam 3 hari ini, namun sejumlah pesanan dari instansi pemerintahan dan swasta sudah mulai berdatangan. Kain batik dengan motif covid 19 ini, dijual dengan harga  Rp 170 ribu saja.

"Dalam sehari, penyandang disabilitas ini mampu memproduksi sekitar 10 kain batik bermotif virus covid 19. Semua hasil penjualan kain batik ini, nantinya akan digunakan untuk pembiayaan hidup 27 orang penyandang disabilitas yang tergabung dalam Yayasan Rumah Kinasih," kata Edy Cahyono, Ketua Kelompok Rumah Kinasih

Selain memproduksi batik motif covid 19, para penyandang disabilitas juga membuat masker dari batik ciprat, yang merupakan batik khas mereka. Untuk masker batik ciprat, mereka mampu membuat 50 hingga 100 masker, dan dijual mulai Rp 4 ribu sampai Rp 12 ribu. (pul)

Berita Terkait

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber