Berita Terbaru :
Tiga Tenaga Kesehatan Pungpungan Positif Covid-19
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
   

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona
Rehat  Kamis, 16-04-2020 | 17:27 wib
Reporter : Mohammad Imron Danu
Melalui hasil karyanya, mereka ingin menyampaikan pesan bahaya sekaligus pentingnya pencegahan penyebaran virus corona pada masyarakat luas. Foto Mohammad
Blitar pojokpitu.com, Kampanye mencegah penyebaran virus covid 19 terus digencarkan, seperti yang dilakukan oleh sekelompok penyandang disabilitas yang tergabung dalam yayasan rumah Kinasih Desa Kesamben Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Melalui seni membatik, sejumlah orang dengan kebutuhan khusus ini, membuat kain batik dengan motif virus corona.

Ide pembuatan kain batik dari rasa keprihatinan melihat masih rendahnya kesadaran warga untuk melakukan social distancing. Sehingga, kain batik dengan motif virus covid 19 ini, sengaja dipilih untuk menyampaikan pesan bahaya sekaligus pentingnya pencegahan penyebaran virus corona pada masyarakat luas.

Dalam kain batik ini, pola bentuk virus covid 19, juga sengaja dibuat saling berjauhan. Hal itu mengandung makna tentang edukasi kepada masyarakat agar selalu menerapkan jaga jarak sosial.

Meski baru dibuat dalam 3 hari ini, namun sejumlah pesanan dari instansi pemerintahan dan swasta sudah mulai berdatangan. Kain batik dengan motif covid 19 ini, dijual dengan harga  Rp 170 ribu saja.

"Dalam sehari, penyandang disabilitas ini mampu memproduksi sekitar 10 kain batik bermotif virus covid 19. Semua hasil penjualan kain batik ini, nantinya akan digunakan untuk pembiayaan hidup 27 orang penyandang disabilitas yang tergabung dalam Yayasan Rumah Kinasih," kata Edy Cahyono, Ketua Kelompok Rumah Kinasih

Selain memproduksi batik motif covid 19, para penyandang disabilitas juga membuat masker dari batik ciprat, yang merupakan batik khas mereka. Untuk masker batik ciprat, mereka mampu membuat 50 hingga 100 masker, dan dijual mulai Rp 4 ribu sampai Rp 12 ribu. (pul)

Berita Terkait

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  2 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  14 jam

Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber