Berita Terbaru :
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 14-04-2020 | 13:53 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Pandemi virus corona membuat sejumlah perajin batik di Kabupaten Probolinggo berhenti berproduksi, karena pesanan menurun drastis sehingga hasil penjualan tidak bisa menutupi biaya produksi. Namun, dengan adanya kebijakan pemerintah mewajibkan pemakaian masker, membuat produksi batik kembali menggeliat. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Pandemi virus corona atau covid-19, justru membawa keuntungan bagi perajin masker di Kabupaten Probolinggo. Namun, masker jenis ini bukan masker biasa, melainkan dari bahan kain batik.

Masker batik dibuat oleh para Perajin Batik Ronggo Mukti, yang berada di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Setiap hari, belasan perajin memproduksi masker batik, mulai dari proses pemotongan kain, penjahitan hingga packing.

Namun siapa sangka, usaha mikro kecil dan menengah, UMKM , milik Muhammad Mahrus ini sempat berhenti berproduksi akibat wabah corona. Perajin tidak mampu menutupi biaya produksi.

"Sekitar tiga pekan lalu, produksi batik kembali dilanjutkan. Caranya, dengan mengalihkan produk dari fashion menjadi masker. Hal ini tak lepas dari kebijakan pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang meminta umkm memproduksi makser dalam jumlah besar," kata Mahrus.

Dalam sepekan, usaha batik ronggo mukti mampu memproduksi hingga 10 ribu masker batik dengan harga jual Rp 7 Ribu sampai Rp 10 ribu per helai. Masker batik ini berkantong sehingga bisa diisi tisu didalamnya.

Pemesan tidak hanya dari warga dan pemerintah daerah setempat, namun juga berasal dari luar daerah, seperti wilayah Pasuruan, Situbondo, dan Lumajang.

Sementara itu Christian, Kepala Diskominfo Probolinggo mengatakan, pihaknya menggalakkan program satu juta masker kain, guna menyiasati kelangkaan masker dan mencegah penularan covid-19. Kebijakan inilah yang menjadi peluang bagi umkm batik agar produksinya tetap berjalan.

Sinergi antara pelaku UMKM dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini layak dicontoh daerah lain. Agar perajin dan pelaku usaha tetap eksis meski sedang dilanda bencana nasional. (pul)

Berita Terkait

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber