Berita Terbaru :
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
   

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 14-04-2020 | 13:53 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Pandemi virus corona membuat sejumlah perajin batik di Kabupaten Probolinggo berhenti berproduksi, karena pesanan menurun drastis sehingga hasil penjualan tidak bisa menutupi biaya produksi. Namun, dengan adanya kebijakan pemerintah mewajibkan pemakaian masker, membuat produksi batik kembali menggeliat. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Pandemi virus corona atau covid-19, justru membawa keuntungan bagi perajin masker di Kabupaten Probolinggo. Namun, masker jenis ini bukan masker biasa, melainkan dari bahan kain batik.

Masker batik dibuat oleh para Perajin Batik Ronggo Mukti, yang berada di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Setiap hari, belasan perajin memproduksi masker batik, mulai dari proses pemotongan kain, penjahitan hingga packing.

Namun siapa sangka, usaha mikro kecil dan menengah, UMKM , milik Muhammad Mahrus ini sempat berhenti berproduksi akibat wabah corona. Perajin tidak mampu menutupi biaya produksi.

"Sekitar tiga pekan lalu, produksi batik kembali dilanjutkan. Caranya, dengan mengalihkan produk dari fashion menjadi masker. Hal ini tak lepas dari kebijakan pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang meminta umkm memproduksi makser dalam jumlah besar," kata Mahrus.

Dalam sepekan, usaha batik ronggo mukti mampu memproduksi hingga 10 ribu masker batik dengan harga jual Rp 7 Ribu sampai Rp 10 ribu per helai. Masker batik ini berkantong sehingga bisa diisi tisu didalamnya.

Pemesan tidak hanya dari warga dan pemerintah daerah setempat, namun juga berasal dari luar daerah, seperti wilayah Pasuruan, Situbondo, dan Lumajang.

Sementara itu Christian, Kepala Diskominfo Probolinggo mengatakan, pihaknya menggalakkan program satu juta masker kain, guna menyiasati kelangkaan masker dan mencegah penularan covid-19. Kebijakan inilah yang menjadi peluang bagi umkm batik agar produksinya tetap berjalan.

Sinergi antara pelaku UMKM dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini layak dicontoh daerah lain. Agar perajin dan pelaku usaha tetap eksis meski sedang dilanda bencana nasional. (pul)

Berita Terkait

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  12 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  1 jam

Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber