Berita Terbaru :
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Pantura  Kamis, 09-04-2020 | 13:08 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Kondisi tebing di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro , Kamis (9/4) pagi. Daratan yang menjadi pembatas sungai dan pemukiman warga ini mengalami longsor sepanjang sepuluh meter. Foto Avrizal ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Tebing sungai di Desa Ngablak Kabupaten Bojonegoro, longsor sepanjang 10 meter. Daratan pembatas sungai dan pemukiman amblas terkikis air yang meningkat saat curah hujan.

Longsor tebing seperti ini rutin terjadi setiap musim penghujan. Curah hujan tinggi membuat debit air anak Sungai Bengawan Solo meningkat drastis. Rapuhnya lapisan tanah bagian dalam membuat badan tebing mudah longsor terkikis arus air.

Kondisi itu membuat jarak sungai dan rumah-rumah warga semakin dekat, yaitu berkisar tiga meter. Diperparah tebing yang semakin rapuh membuat warga sekitar merasa resah.

Menurut Rudi warga setempat, saat musim penghujan, debit air di Sungai Bengawan Solo juga naik. Apalagi ada kiriman dari hulu sungai. Sehingga menyebabkan air di anak Sungai Bengawan Solo tidak mengalir dengan lancar selama 3 hari terakhir.

"Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki tebing sungai. Pembuatan tanggul paling utama sebagai pelindung pemukiman dari ancaman arus sungai," kata Rudi. (pul)

Berita Terkait

Tebing Setinggi 100 Meter Longsor, 286 KK Terisolir

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah

Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu

Tebing Longsor, 2 Rumah Rusak dan Timbun Ternak
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  10 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  7 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  6 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber