Berita Terbaru :
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Pantura  Senin, 06-04-2020 | 10:41 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro, bagian selatan selama 2 hari terakhir mengakibatkan 3 titik jalan penghubung antar kecamatan terendam banjir. Genangan air yang mencapai 40 hingga 50 centimeter membuat aktifitas warga terganggu. Seperti ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Boerno menuju Kecamatan Kepohbaru dan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada senin (4/6) pagi.

Genangan air setinggi 40 hingga 50 centimeter merendam tiga titik jalan tersebut, masing-masing sepanjang lebih dari 1 kilometer.  Tepatnya di Jalan Desa Blongsong dan Desa Poluju, Kecamatan Boerno menuju Kecamatan Kepohbaru. Sementara 1 titik lainnya di sepanjang Desa Pohwates, Kecamatan Kepohbaru menuju Kecamatan Kedungadem.

Gangsar Prasetyo, warga pengguna jalan, menerangkan, genangan air yang menutup badan jalan serta berarus deras cukup menghambat aktifitas warga.  Kendaraan-kendaraan yang melintas terpaksa melaju pelan dan harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh, terperosok ke dalam kubangan banjir. Selain itu, beberapa pengendara terpaksa harus jalan kaki karena motor yang mereka kendarai mogok terendam air.

Selain curah hujan tinggi, banjir diwilayah ini juga diperparah dengan saluran air yang mengalami pendangkalan akibat  lumpur dan sampah. Dampaknya, air hujan tidak tertampung dan meluber ke atas badan jalan.

Banjir tak hanya merendam jalan, namun juga menggenangi belasan rumah warga dan sejumlah warung yang ada di tepi jalan.  Banjir yang terjadi sejak Minggu (5/4) sore kemarin juga merendam lebih dari 300 hektar areal tanaman padi milik para petani. Tanaman padi yang sudah memasuki masa panen ini, terancam rusak dan membuat petani merugi. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Banjir Rendam Jalan Utama Penghubung Dua Kecamatan Bojonegoro

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  11 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  8 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  7 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber