Berita Terbaru :
Knight Floorball Club Siap Ciptakan Pemain Berkualitas Untuk Timnas Indonesia
40 Persen Kasus Covid Terbaru Adalah Anak Muda
Laga Persahabatan Antara Polres Malang Melawan Jurnalis Malang Raya, Polres Malang Unggul 2 - 0
Diduga Korsleting Listrik, 3 Gudang Barang Bekas Ludes Terbakar
Nylonong, Tabrak Truk Dua Bocah dan Ibunya Meninggal Dunia
Ketua Aisyiyah Surabaya : MA-Mujiaman Satu-Satunya Figur yang Tepat Pimpin Surabaya
Dua Nakes Positif Corona, Puskesmas Sanan Kulon Ditutup
Aksi Pelaku Pembobolan Lima Kotak Amal Masjid Terekam CCTV
Dijanjikan Bisnis Dengan Keuntungan Besar, Biduan Ini Malah Ditipu Ratusan Juta Oleh Teman Sendiri
Deteksi Dini Santri dan Pengasuh Tebuireng di Rapid Test Antigen
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
   

Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Metropolis  Kamis, 02-04-2020 | 18:02 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Maraknya penggunaan bilik sterilisasi disertai disinfektan dinilai dokter paru RSUD Dr Soetomo tidak efektif dalam mencegah terjadinya penularan virus sars cov-2. Justru, penggunaan bilik sterilisasi akan rentan menimbulkan efek samping seperti gangguan pernapasan dan iritasi.

Bilik sterilisasi kian menjamur di seluruh instansi pemerintah dan swasta, seiring pandemi covid-19 yang kian tinggi. Pembuat bilik mengklaim, bilik sterilisasi yang berisi disinfektan alkohol 70 persen mampu membersihkan kuman dan bakteri yang ada pada manusia. Padahal, secara ilmiah, tidak ada kajian yang membenarkan teori tersebut.

Bilik sterilisasi justru rentan menimbulkan masalah baru. Selain menyebabkan iritasi jika terkena selaput lendir pada mata, hidung, dan mulut, juga bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan, hingga kematian. Apalagi, jika virus sars cov-2 penyebab covid-19 sudah masuk ke dalam tubuh melalui droplet, sangat mustahil bisa dihilangkan menggunakan disinfektan.

"Penularan covid-19 hanya bisa dicegah dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Penggunaan bilik sterilisasi justru sia-sia, sebab tidak tepat sasaran sesuai tujuan yang diharapkan," kata Dr Ariani Permatasari, Sp.P.

Hal yang sama juga berlaku pada penyemprotan jalan menggunakan disinfektan. Seharusnya jika ingin membersihkan fasilitas publik, bisa langsung mengelap permukaan benda yang paling sering dipegang, dengan disinfektan. Dengan begitu, tujuan untuk menghilangkan kuman dan bakteri bisa tepat sasaran.(end)



Berita Terkait

Bahayakan Kesehatan, Pengadilan Negeri Singkirkan Bilik Disinfektan

Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi

Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif

Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Berita Terpopuler
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Peristiwa  10 jam

Nylonong, Tabrak Truk Dua Bocah dan Ibunya Meninggal Dunia
Peristiwa  3 jam

Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  21 jam

Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber