Berita Terbaru :
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Dewan Kota Surabaya Soroti Kandungan Bahan Kimia Bilik Sterilisasi yang Dibuat Pemkot
Politik  Senin, 30-03-2020 | 18:00 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, menyoroti bilik sterilisasi atau ruang desinfeksi yang kini banyak dibuat oleh Pemkot Surabaya. Anggota dewan yang memiliki latar belakang dokter itu lebih menyoroti kandungan bahan kimia, yang digunakan di bilik sterilisasi.

Sebab kandungan bahan kimia desinfektan yang digunakan seperti benzalkonium chloride di anggap tak ramah untuk manusia, apalagi jika digunakan pada manusia secara terus menerus.

"Kami mengapresiasi niat Pemkot Surabaya untuk memerangi virus corona atau covid-19, dengan cara membuat bilik sterilisasi," jelasnya.

Penggunaan benzalkonium chloride, dianggapnya baik jika disemprotkan pada benda mati seperti rumah atau pintu. "Karena pada dasarnya bahan yang digunakan pada desinfektan dikhususkan untuk membunuh mikroorganisme yang patogen," terang Akmarawita Kadir.

Ia pun menganggap bilik sterilisasi atau bilik desinfeksi tak terlalu ramah untuk manusia, apalagi sampai dihirup terkena mata atau terkena luka, bisa menyebabkan iritasi,hingga gangguan tenggorokan. Mengingat tiap tempat atau perkantoran di surabaya saat ini banyak menggunakan bilik sterilisasi.

"Hal itu bisa jadi memberi efek samping kepada masyarakat yang terlalu sering masuk bilik sterilisasi. Tergantung, daya tahan atau daya tubuh masing masing orang yang berbeda beda," tuturnya.

Akmarawita menyarankan, daripada menggunakan bahan bahan kimia yang masih pro dan kontra, lebih baik Pemkot Surabaya menggunakan desinfektan yang relatif aman,yaitu dengan metode ozon karena itu adalah air yang di ozonisasi.

Akmarawita juga sudah mencoba sendiri bilik sterilisasi di DPRD Kota Surabaya. Ia mengaku setelah masuk bilik sterilisasi tersebut, ia mengalami gangguan pada tenggorokannya. (yos)








Berita Terkait

Bahayakan Kesehatan, Pengadilan Negeri Singkirkan Bilik Disinfektan

Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi

Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif

Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber