Berita Terbaru :
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Harga Rempah - Rempah Masih Tinggi Kenaikan Hingga 100 Persen
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 29-03-2020 | 22:11 wib
Reporter : Juli Susanto
Surabaya pojokpitu.com, Meski harganya tinggi, rempah-rempah menjadi komoditas yang masih diburu masyarakat karena dipercaya mampu mencegah penularan virus corona. Seperti di Pasar Induk Osowilangun Surabaya, harga beragam jenis rempah sebagian besar masih mengalami peningkatan hingga 100 persen dari harga normalnya.

Rempah-rempah atau empon-empon di sejumlah pasar tradisional di Surabaya masih diburu warga, meski harganya melambung hingga 100 persen dari harga normalnya.

Seperti di Pasar Induk Osowilangun Surabaya, meski harganya melambung, empon-empon masih diburu warga, sejak beberapa minggu terakhir, karena diyakini mampu meningkatkan data tahan tubuh dan mencegah penularan covid-19 , atau virus corona.

Di antaranya, harga jahe yang biasanya dijual dengan harga Rp 30 ribu per kilogram, kini naik Rp 45 ribu per kilogram.

Sedangkan jahe merah, yang semula dijual berkisar Rp 40 ribu, naik hingga 100 persen, menjadi Rp 80 ribu. Untuk temulawak, biasanya dijual dengan harga Rp 6 ribu, kini menjadi Rp 10 ribu per kilogram.

Disusul kunir dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram dan sereh menjadi Rp 15 ribu dari harga normal Rp 5 ribu per kilogram.

Andri, salah satu pedagang mengaku, tingginya harga dikarenakan pasokan dari sebagian kota di Jawa mulai menipis. Sehingga para pedagang harus mendatangkan pasokan dari kota di luar pulau , seperti Medan Sumatera Utara.

Jika biasanya rata-rata hanya menjual sekitar 100 kilogram rempah per harinya, kini meningkat menjadi 300 kilogram per harinya.

Sementara Naning, salah satu pembeli mengaku, meski harganya tinggi, tak menjadi penghalang untuk membeli komoditas yang akan digunakan sebagai bahan membuat jamu, yang dipercaya mampu meningkatkan kesehatan,serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal virus corona.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah terus menjaga harga komoditas agar harganya stabil, mengingat Jawa Timur masih menjadi wilayah penghasil produk pertanian.(end)



Berita Terkait

Harga Rempah Masih Tinggi Kenaikan Hingga 100 Persen

Harga Rempah - Rempah Masih Tinggi Kenaikan Hingga 100 Persen

Dipercaya Dapat Mencegah Virus Corona, Harga Rempah-Rempah Naik

Diburu Karena Corona, Rempah Rempah Menghilang di Pasar Pamekasan
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  10 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  7 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  6 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber