Berita Terbaru :
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda
Ratusan Tenaga Medis Jatim Terpapar Covid-19
Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
   

Satpol PP Pamekasan Bubarkan PKL yang Nekat Jualan
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 29-03-2020 | 00:10 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, membubarkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih nekat jualan di kawasan taman monumen arek lancor pamekasan. Pasalnya, kawasan tersebut ditutup sementara waktu untuk pencegahan penyebaran virus covid 19.

Dengan cara persuasif Satpol PP Kabupaten Pamekasan, membubarkan PKL yang masih nekat jualan di kawasan taman monumen arek lancor Pamekasan. Namun para PKL melakukan penolakan untuk dibubarkan, mereka tetap bersikeras untuk berjualan hingga malam hari jam 9.

Sesuai dengan surat edaran bupati pamekasan dan maklumat yang dikeluarkan oleh Kapolri, petugas Satpol PP, memperingatkan para pkl agar tidak lagi berjualan, karena dapat menimbulkan kerumunan massa, yang berpotensi besar menjadi tempat penularan covid 19.

Kusairi, Sekretaris Satpol PP, menerangkan, beberapa hari sebelumnya petugas gabungan dari kepolisian dan TNI serta Satpol PP, sudah melakukan pembubaran pkl di sejumlah lokasi termasuk di kawasan taman monumen arek lancor, namun para PKL tetap saja melakukan aktivitasnya.

Sementara menurut Totok, salah satu PKL Taman Monumen Arek Lancor, mengaku bingung untuk mendapatkan penghasilan, karena tidak diperbolehkan berjualan.

Penutupan ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan penyebaran covid 19, dan tidak hanya monumen arek lancor saja yang ditutup, bahkan areal eks stasiun, dan sejumlah rumah makan, cafe serta warung kopi, yang menjadi tempat berkumpulnya massa juga dilakukan penutupan. (yos)







Berita Terkait

Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas

Antisipasi Kerumunan dan Tindak Kriminal, Polisi Lakukan Razia di Tempat Umum

Razia Tempat Kost, Petugas Temukan Sepasang Muda-Mudi Dalam Satu Kamar

Lagi, Polisi Bondowoso Amankan 2 Pembuat Mercon
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  3 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  6 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  9 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber