Berita Terbaru :
Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Kontrol dengan 5 Cara ini
Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat
ASN Takut Akan Sanksi Akan Diberikan Bila Kedapatan Nekat Mudik
Pemkab Sidoarjo Sewa 2 Hotel Untuk Isolasi Pasien OTG Covid 19
12 Wartawan Jalani Rapid Test Kedua, Hasilnya Non-Reaktif
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Alamak... Ribuan Guru Mundur Ramai-Ramai Lantaran Berijazah Palsu
Pendidikan  Sabtu, 04-07-2015 | 10:30 wib
Reporter :
Ilustrasi
PATNA pojokpitu.com, Ini wajah bopeng dunia pendidikan India. Guru yang menjadi tombak utama pendidikan di negara tersebut ternyata berijazah palsu. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan ribu orang. Bukan hanya guru, beberapa kepala dinas kini juga diselidiki dan ada pula yang telah ditahan atas masalah yang sama.


Mei lalu Pengadilan Tinggi Negara Bagian Bihar, India, telah memerintahkan penyelidikan terhadap 350 ribu guru sekolah dasar atas kasus penggunaan ijazah palsu. Bukan hanya itu, 25 ribu orang di antaranya telah mengajar di sekolah-sekolah milik pemerintah tanpa diberi pelatihan yang memadai.
 
Pemerintah memberikan waktu kepada para guru yang merasa menggunakan gelar dan ijazah palsu untuk segera mengundurkan diri. Masa pengampunan itu berlaku hingga 9 Juli mendatang. Jika melebihi waktu tersebut, guru yang ketahuan menggunakan ijazah palsu dan tetap bertahan akan dipenjara.
 
Tidak ingin berakhir di balik jeruji besi, 1.400 guru akhirnya berhenti. Secara tidak langsung, mereka mengakui telah menggunakan ijazah palsu. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah guru yang mundur itu akan terus merangkak naik sebelum batas akhir pengampunan.
 
"Kita akan tahu jumlah pasti guru yang memanfaatkan penangguhan hukuman ini setelah periode pengampunan habis," ujar Sekretaris Departemen Pendidikan Bihar R.K. Mahajan.
 
Meski jumlah guru yang mengundurkan diri cukup banyak, Mahajan menyatakan tidak akan ada kekosongan di sistem pendidikan. Dia justru memperingatkan guru-guru dengan ijazah palsu yang hingga detik ini masih memilih untuk bungkam dan bertahan. "Ini adalah tindakan kriminal. Mereka mungkin akan dipenjara," tegasnya. 
 
Mahajan menjelaskan bahwa seluruh guru yang kualifikasinya diselidiki adalah mereka yang mendaftar sejak 2006. Kualitas pendidikan di daerah pedesaan India memang kerap menjadi masalah. Banyak guru yang kerap bolos sehingga menyulitkan rekan kerjanya.

Survei tahunan yang dilakukan lembaga Pratham mengungkapkan, karena kualitas guru yang buruk, lebih dari separo siswa di daerah pedesaan tidak bisa membaca kata-kata dasar dalam bahasa mereka sendiri setelah lima tahun mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah milik pemerintah.
 
Bukan hanya guru yang menggunakan ijazah palsu. Menteri Hukum (setara kepala dinas, Red) di New Delhi Jitendra Singh Tomar bulan lalu ditahan karena berbohong tentang gelar sarjana hukum yang disandangnya. Anggota Partai Aam Admi (AAP) itu dituding telah melakukan pemalsuan dan kecurangan.
 
Belakangan Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia India Smitri Irani juga dituding berbohong tentang gelarnya di perguruan tinggi. Kasus Irani itu masih diselidiki. Kementerian yang digawangi Irani juga mengurusi pendidikan di India. Legislator AAP Bhavna Gaur ikut diselidiki dengan dugaan yang sama. Yaitu, bergelar dan berijazah palsu. (AFP/BBC/India Today/sha/c10/ami/jpnn/pul/*)


Berita Terkait

Ajarkan Moral dan Agama, Machfud Arifin Perhatikan Nasib Guru Ngaji

Guru Swasta Berharap Insentif Bisa Cair Sebelum Ramadhan

Dua Kelompok Silat Bentrok, Polisi Lakukan Penyisiran

Duh, Nasib PPPK Kabupaten Ngawi Masih Gelap
Berita Terpopuler
Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat
Peristiwa  1 jam

Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  11 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  10 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  9 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber