Berita Terbaru :
Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di Surabaya
Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
6 Orang di Tulungagung Positif Covid
Begini Aksi Bonek Peduli Pagebluk Corona
Dokter Ini Bilang Jenasah Jenazah Positif Covid-19 Tidak Menular
Tengkorak Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai
Kompetisi Bola Basket Indonesia Akan Berjalan Pasca Wabah Covid 19
Bantuan Alat Kesehatan Untuk Petugas Medis Terus Berdatangan
Komunitas Kebaya Indonesia Peduli Covid 19 Sebarkan Masker
IDI Surabaya Siapkan Relawan Tangani Pasien Covid 19
Pabrik Laundry Sarang Walet Terapkan Physical Distancing
Rumah Dinas Gubernur Dijadikan Posko Command Center
Begini Kata Para Ahli Terkait Pengunaan Bilik Disinfektan
   

Penggali Kuburnya Takut, Plt Bupati Harus Pimpin Pemakaman Pasien Covid-19
Metropolis  Kamis, 26-03-2020 | 09:50 wib
Reporter : Usrox Indra
Foto Istimewa
Sidoarjo pojokpitu.com, Positif terjangkit virus corona, seorang warga Sedati Rabu (25/3) malam tak tertolong dan meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Waru-Sidoarjo. Jenazah korban langsung dimakamkan di Pemakaman Praloyo Lingkar Timur-Sidoarjo Kamis (26/3) dini hari tadi dengan dihadiri Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Laki-laki berinisial TSA (57) warga Perumahan Sedati Permai-Sidoarjo meninggal dunia akibat positif terjangkit virus corona convid-19. Karena meninggal akibat penyakit menular dan membahayakan, sesuai permintaan pihak rumah sakit, jenasah TSA langsung dimakamkan dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.

Kondisi itu diambil, setelah pihak keluarga dan gereja juga menyerahkan ke rumah sakit, kemudian diserahkan ke kepolisian setempat. Sesuai protokol kesehatan, maka peti jenasah tidak boleh dibuka kembali dan langsung dimakamkan maksimal 4 jam setelah dinyatakan dinyatakan meninggal dunia .

Sementara itu aku facebook, Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan sengaja ikut pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia, meskipun warga berKTP Surabaya. Awalnya pemakaman terkendala karena penggali kubur tidak mau ikut menurunkan dan memakamkan jenazah. Maka mau tidak mau, Nur Ahmad Syaifuddin harus mendatangi mereka dan memberi keterangan sangat membutuhkan bantuannya. Maka pemakaman bisa dilakukan dengan menjalankan SOP standar WHO.

"Saya sendiri ikut bersama-sama memakamkan jenazah tersebut, dan alhamdulillah mereka mengerti dan mau. Jadilah 5 orang yang ikut menurunkan jenazah tersebut termasuk saya," kata Nur Ahmad Syaifuddin

Nur Ahmad Syaifuddin juga mengingatkan warga Sidoarjo untuk patuh tetap #dirumahaja. Bagi tenaga kerja harian dan yang harus bekerja diluar, diminta agar lebih berhati-hati dan menaati imbauan. Pulang bekerja tidak langsung menyentuh keluarga, namun mandi terlebih dahulu. "Serta bagi pemilik usaha yang sepi atau tutup, saya berterima kasih atas keihkhlasannya. Semoga setelah ini terlewati, akan segera diganti oleh Allah dengan rejeki yang berlimpah," tutup Nur Ahmad Syaifuddin. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Penggali Kuburnya Takut, Plt Bupati Harus Pimpin Pemakaman Pasien Covid-19
Berita Terpopuler
Begini Kata Para Ahli Terkait Pengunaan Bilik Disinfektan
Life Style  12 jam

Tengkorak Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai
Peristiwa  5 jam

IDI Surabaya Siapkan Relawan Tangani Pasien Covid 19
Politik  8 jam

Dokter Ini Bilang Jenasah Jenazah Positif Covid-19 Tidak Menular
Kesehatan  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber