Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Jaringan Narkoba Diringkus Satreskoba Polresta Malang Kota
Malang Raya  Kamis, 26-03-2020 | 00:10 wib
Reporter : Rohim Alfarizi
Malang pojokpitu.com, Jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan dari Lapas Madiun berhasil di bongkar Satreskoba Polresta Malang Kota.

Dua tersangka jaringan narkoba yakni SA (34) warga Kecamatan Klojen , dan FIP (28) warga Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir, terpaksa harus berurusan dengan aparat Polresta Malang Kota.

Terbongkarnya jaringan narkoba bermula dari penangkapkan tersangka SA di jalan Simpang Borobudur Kota Malang. SA diamankan bersama barang bukti sabu-sabu seberat 58,41 gram serta dua buah handphone .

Hasil pengembangan, SA mengaku telah menjual barang harap tersebut kepada FIP. Dari SA inilah tersangka FIP berhasil diamankan bersama barang bukti satu paket sabu sebesar 0,30 gram. SA mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari napi di Lapas  Madiun , dan dijual seharga Rp 1,2 juta.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata , menjelaskan , kedua tersangka memiliki peran yang berbeda. SA sebagai pengedar, sedangkan FIP sebagai pengguna. Sementara itu , satu tersangka lainnya , FDR ditangkap di tempat kos di wilayah  Bareng Kulon .

Akibat perbuatannya , tersangka SA sebagai pengedar dikenai pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara. Sedangkan FIP dan FDR dikenakan pasal 112 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 5-12 tahun penjara. (pul)

Berita Terkait

Ditinggal Orang Tua Jadi TKI, Amar Malah Transaksi Sabu

Kenal di Media Sosial, Belajar Jadi Pengedar Sabu Lalu Berujung Bui

Jaringan Narkoba Diringkus Satreskoba Polresta Malang Kota

Pengedar Pil Koplo Jaringan Lapas Lowokwaru Dibekuk Polsek Wagir
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  21 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  6 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  10 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber